Houthi Yaman Laporkan Kasus Corona Pertama, Warga Somalia Meninggal

Rabu, 06 Mei 2020 - 02:01 WIB
loading...
Houthi Yaman Laporkan...
Warga memakai masker sambil naik sepeda di Aden, Yaman, 30 April. Foto/REUTERS/Wael al-Qubati
A A A
ADEN - Otoritas di Yaman utara, Houthi, mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada Selasa (5/5) yakni seorang warga Somalia yang meninggal di hotel di Sanaa.

Adapun otoritas Yaman di wilayah selatan melaporkan sembilan kasus baru corona. Saat ini Yaman memiliki total 21 kasus, termasuk tiga korban meninggal dunia di wilayah Yaman selatan yang pemerintahannya diakui internasional. Adapun di Yaman utara yang dikuasai Houthi ada satu korban meninggal.

“Kami menerima laporan tentang situasi di satu hotel di ibu kota Sanaa pada Minggu (3/5) dan tim investigasi epidemiologi ke sana segera, tempat orang yang terjangkit itu meninggal,” ungkap Menteri Kesehatan Houthi Taha al-Mutawakkil pada Al Masirah TV.

Warga Somalia itu juga memiliki sakit liver dan ginjal. Sampel telah dites di laboratorium dan menunjukkan positif Covid-19.

Yaman merupakan negara termiskin di Semenanjung Arab dan telah lama menjadi titik transit para migran dan pengungsi dari Tanduk Afrika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Beda dengan Hizbullah,...
Beda dengan Hizbullah, Mengapa Houthi Setengah Hati Terlibat dalam Perang Iran?
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Gabung Perang Iran,...
Gabung Perang Iran, Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel
Houthi Yaman Ancam Intervensi...
Houthi Yaman Ancam Intervensi Militer dalam Perang Iran-AS
Pemimpin Houthi Tegaskan...
Pemimpin Houthi Tegaskan Dukung Iran, Peringatkan Kelompoknya Siap Bertindak
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
Rudal Balistik Houthi...
Rudal Balistik Houthi Hantam Tel Aviv, 16 Warga Israel Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved