FBI Tembak Mati Pria AS yang Hendak Membom RS Virus Corona

Jum'at, 27 Maret 2020 - 11:25 WIB
FBI Tembak Mati Pria...
FBI Tembak Mati Pria AS yang Hendak Membom RS Virus Corona
A A A
KANSAS CITY - Seorang pria Missouri yang berencana akan membom sebuah rumah sakit untuk perawatan para pasien virus corona COVID-19 ditembak mati agen FBI dalam insiden baku tembak.

Pria bernama Timothy Wilson, 36, awalnya hendak ditangkap setelah Biro Investigasi Federal (FBI) mengetahui bahwa dia memutuskan untuk mempercepat rencana pemboman rumah sakit.

Wilson semula cedera dalam insiden baku tembak hari Selasa waktu setempat di Belton, pinggiran Kansas City. Namun, dia akirnya tewas setelah dibawa ke rumah sakit.

Agen khusus FBI untuk Kansas City, Timothy Langan, mengatakan Wilson sudah lama diselidiki terkait kasus terorisme domestik.

Wilson mempersenjatai diri saat hendak ditangkap. Langan, dalam sebuah pernyataan tidak merinci bagaimana Wislon mengalami cedera fatal atau pun memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden penembakan itu.

Pernyataan Langan menambahkan penyelidikan kasus terorisme domestik sudah berlangsung selama berbulan-bulan dan menentukan bahwa Wilson adalah seorang ekstremis yang berpotensi melakukan kekerasan bermotivasi keyakinan agama, ras dan anti-pemerintah.

"Dia berencana selama beberapa bulan untuk melakukan pemboman dan memutuskan untuk menargetkan rumah sakit di daerah Kansas City menggunakan peledak improvisasi yang diangkut kendaraan untuk menyebabkan kerusakan parah dan korban massal," kata FBI, seperti dikutip Fox News, Jumat (27/3/2020). Nama rumah sakit itu dirahasikan.

Wilson mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan bahan-bahan untuk bom itu bahkan ketika Satuan Tugas Gabungan Terorisme FBI mengawasi dirinya. Dia mengambil apa yang dia pikir sebagai bom ketika agen berusaha menangkapnya pada Selasa. FBI mengatakan bom itu bukan sungguhan, tetapi biro investigasi itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

FBI menggambarkan insiden yang menewaskan Wilson sebagai penembakan yang melibatkan agen dan mengatakan insiden sedang diselidiki oleh Divisi Inspeksi FBI sesuai dengan kebijakan biro tersebut.

Di AS saat ini sebanyak 85.594 orang terinfeksi COVID-19 dengan 1.300 di antaranya telah meninggal. Sejauh ini 1.868 pasien berhasil disembuhkan. Angka kasus infeksi itu merupakan yang terbanyak di dunia melampui China 81.340 orang dan Italia 80.589 orang.
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Hampir 5.500 Tentara...
Hampir 5.500 Tentara AS Terinfeksi Virus Covid-19
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Ilmuwan AS: Sinar Matahari...
Ilmuwan AS: Sinar Matahari Hancurkan Virus Corona dengan Cepat
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
17 menit yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
46 menit yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
1 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
4 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
5 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved