Malaysia Putuskan Perpanjang Lockdown hingga Pertengahan April

Rabu, 25 Maret 2020 - 18:53 WIB
Malaysia Putuskan Perpanjang...
Malaysia Putuskan Perpanjang Lockdown hingga Pertengahan April
A A A
KUALA LUMPUR -

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengumumkan perpanjangan masa perintah pembatasan pergerakan untuk menghambat penyebaran virus Corona baru, Covid-19. Pembatasan ini diperpanjang hingga 14 April mendatang.

Dalam sebuah pidato yang disiarikan secara nasional, Muhyiddin mengatakan perpanjangan pembatasan ini diperkukan untuk meratakan kurva infeksi dan mencegah penyebaran Covid-19, di mana jumlah infeksi di Malaysia saat ini adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dengan 1.624 kasus.

"Anda tahu bahwa ini baik untuk Anda, keluarga Anda, dan orang-orang di sekitar Anda. Kesadaran dan ketulusan Anda dalam mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah selama periode Orde Kontrol Gerakan ini sangat terpuji. Saya tahu itu tidak mudah," ucapnya.

Muhyiddin, seperti dilansir South China Morning Post pada Rabu (25/3/2020), kemudian meminta warga Malaysia untuk menahan diri dari melakukan pembelian panik.

"Anda tidak perlu persediaan makanan yang tidak perlu karena persediaannya cukup. Saya jamin makanan itu cukup untuk semua orang. Saya tahu Anda merasa terbebani, tetapi saya tidak punya pilihan. Saya harus memperpanjang perintah kontrol gerakan untuk keselamatan Anda sendiri," ungkapnya.

Pembatasan pergerakan di Malaysia, yang mulai berlaku pada 18 Maret dan awalnya dimaksudkan untuk berjalan selama dua minggu, dirancang untuk membatasi pertemuan besar. Warga Malaysia hanya dapat meninggalkan rumah mereka untuk membeli bahan makanan, untuk keadaan darurat atau untuk mengakses perawatan kesehatan.

Siapa pun yang ditemukan melanggar perintah, yang sedang ditegakkan oleh polisi dengan bantuan militer, akan menghadapi hukuman enam bulan penjara, denda atau keduanya.

Muhyiddin mengatakan lebih dari 95 persen orang telah mematuhi pembatasan, dengan polisi mengatakan 110 orang telah ditangkap karena melakukan pelanggaran pembatasan tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
China Temukan Virus...
China Temukan Virus Corona Baru pada Makanan Laut Beku
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved