Lawan Corona, Raja Salman Berlakukan Jam Malam di Seluruh Arab Saudi

Senin, 23 Maret 2020 - 08:18 WIB
Lawan Corona, Raja Salman...
Lawan Corona, Raja Salman Berlakukan Jam Malam di Seluruh Arab Saudi
A A A
RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan perintah pemberlakuan jam malam di seluruh wilayah kerajaan mulai Senin (23/3/2020) malam. Perintah yang dikeluarkan hari Minggu tersebut sebagai perlawanan untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona baru, COVID-19.

Sebuah pernyataan kerajaan yang diumumkan kantor berita negara setempat, Saudi Press Agency (SPA), mengatakan jam malam akan dimulai pukul 19.00 malam hingga pukul 06.00 pagi setiap hari selama 21 hari sejak malam 28 Rajab 1441 Hijriah atau 23 Maret 2020 Masehi.

Perintah Raja Salman keluar setelah Kementerian Kesehatan melaporkan 119 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu. Angka kasus baru itu menambah jumlah kasus infeksi di Arab Saudi menjadi 511 orang dengan 17 pasien berhasil disembuhkan.

Perintah sang raja memerintahkan warga lokal dan warga asing berstatus residents untuk tinggal di rumah mereka selama jam malam demi keselamatan mereka sendiri.

Ada beberapa pihak yang terbebas dari jam malam, yakni karyawan industri sektor publik dan swasta vital yang pekerjaannya membutuhkan kinerja yang berkelanjutan. (Baca juga: Bak Zombie, Para Korban Virus Wuhan di China Ambruk di Jalan-jalan )

Selain itu, karyawan dari sektor keamanan, militer, media, serta pekerja di sektor kesehatan dan layanan yang sensitif bebas dari jam malam.

Pernyataan kerajaan menambahkan Kementerian Dalam Negeri akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan jam malam, dan semua otoritas sipil dan militer diperintahkan untuk bekerja sama sepenuhnya.

Banyak negara telah mengadopsi aturan yang lebih ketat karena COVID-19 yang sangat menular telah menjadi pandemi.

Hingg saat ini (23/3/2020), tercatat ada 336.838 kasus infeksi COVID-19 di 192 negara dengan jumlah orang meninggal sebanyak 14.616 dan 97.636 pasien disembuhkan.

Di Italia terdapat 59.138 kasus dengan 7.024 pasien disembuhkan dan jumlah korban meninggal 5.476 orang, angka kematian terbanyak di dunia. Sedangkan di China ada 81.054 kasus dengan 3.261 orang meninggal dan 72.440 pasien disembuhkan.
(mas)
Berita Terkait
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga karena Covid-19
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kurang dari 20 Pangeran...
Kurang dari 20 Pangeran Arab Saudi Positif COVID-19
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Lawan Corona di Saudi,...
Lawan Corona di Saudi, Publik dan Swasta Sumbang Hampir Rp4 Triliun
Wabah Corona, Arab Saudi...
Wabah Corona, Arab Saudi Bakal Tiadakan Salat Tarawih di Masjid
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
48 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved