Lawan Corona di Saudi, Publik dan Swasta Sumbang Hampir Rp4 Triliun
Selasa, 14 April 2020 - 12:10 WIB
loading...
Kondisi jalan di sekitar Riyadh, Arab Saudi, pada 7 April 2020, lengang di tengah pemberlakuan lockdown penuh 24 jam untuk mencegah penyebaran virus corona baru, COVID-19. Foto/REUTERS
A
A
A
JEDDAH - Publik dan perusahaan swasta di Arab Saudi menyumbang hampir SR1 miliar atau hampir Rp4,1 triliun dalam bentuk uang tunai dan barang untuk membantu memerangi pandemi coronavirus disease-19 atau COVID-19.
Menteri Kesehatan Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan besarnya sumbangan perorangan dan perusahaan swasta tersebut pada hari Senin. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua kontributor untuk dana penanggulangan wabah virus corona.
"Sektor energi di bawah kepemimpinan Kementerian Energi telah berkontribusi dengan lebih dari SR500 juta, bank-bank Saudi telah berkontribusi dengan hampir SR160 juta dan banyak perusahaan telah berkontribusi besar untuk ini," kata Al-Rabiah.
Dia mencatat bahwa lebih banyak kasus COVID-19 telah dilaporkan karena kondisi tenaga kerja yang buruk dan menyerukan kepada perusahaan dan badan pengawas untuk menerapkan tindakan pencegahan tertinggi.
Al-Rabiah menambahkan bahwa kepadatan di distrik dan lingkungan yang tidak mematuhi instruksi tentang social distancing juga berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus infeksi virus.
Menteri Kesehatan Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan besarnya sumbangan perorangan dan perusahaan swasta tersebut pada hari Senin. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua kontributor untuk dana penanggulangan wabah virus corona.
"Sektor energi di bawah kepemimpinan Kementerian Energi telah berkontribusi dengan lebih dari SR500 juta, bank-bank Saudi telah berkontribusi dengan hampir SR160 juta dan banyak perusahaan telah berkontribusi besar untuk ini," kata Al-Rabiah.
Dia mencatat bahwa lebih banyak kasus COVID-19 telah dilaporkan karena kondisi tenaga kerja yang buruk dan menyerukan kepada perusahaan dan badan pengawas untuk menerapkan tindakan pencegahan tertinggi.
Al-Rabiah menambahkan bahwa kepadatan di distrik dan lingkungan yang tidak mematuhi instruksi tentang social distancing juga berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus infeksi virus.
Lihat Juga :