China Mulai Uji Klinis Vaksin untuk Virus Corona COVID-19

Senin, 23 Maret 2020 - 07:52 WIB
China Mulai Uji Klinis...
China Mulai Uji Klinis Vaksin untuk Virus Corona COVID-19
A A A
BEIJING - China sudah memulai tahap pertama dari uji klinis untuk vaksin virus corona baru, COVID-19. Gebrakan Beijing ini dilakukan ketika para ilmuwan dunia berlomba untuk menemukan cara guna memerangi patogen yang mematikan.

Itu terjadi setelah pejabat kesehatan Amerika Serikat mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah memulai uji coba untuk mengevaluasi kemungkinan vaksin untuk COVID-19 di Seattle.

Upaya China dimulai pada 16 Maret—hari yang sama dengan pengumuman AS—dan diperkirakan akan berlanjut sampai akhir tahun. Demikian keterangan dokumen pengajuan uji klinis vaksin di Clinical Trial Registry China tertanggal 17 Maret 2020. (Baca: COVID-19 Sudah Bunuh 14.613 Orang di Dunia, 5.476 di Italia )

"Relawan dari uji coba COVID-19 fase pertama sudah mulai menerima vaksin," kata seorang anggota staf yang terlibat dalam proyek yang didanai pemerintah itu kepada AFP, hari Minggu (22/3/2020).

Para 108 peserta, berusia antara 18 hingga 60 tahun, diuji dalam tiga kelompok dan diberi dosis yang berbeda. Mereka semua adalah penduduk di kota Wuhan, tempat virus corona baru pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Ketika pandemi COVID-19 mengamuk dan pemerintah meningkatkan langkah-langkah perlindungan, perusahaan farmasi dan laboratorium penelitian di seluruh dunia bekerja keras.

Saat ini belum ada ada vaksin atau obat yang disetujui secara resmi untuk penyakit baru tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 14.000 orang di seluruh dunia sejauh ini. (Baca juga: Dapatkah China Dimintai Pertanggungjawaban Hukum atas Pandemi Corona? )

Pengumuman uji coba vaksin China muncul di tengah perseteruan yang meningkat antara Washington dan Beijing atas pandemi COVID-19, di mana Presiden AS Donald Trump membuat marah Beijing dengan menyebut COVID-19 sebagai "Virus China".

National Times menerbitkan sebuah artikel opini pekan lalu yang menyatakan; "pengembangan vaksin adalah pertempuran yang tidak mungkin kalah dari China".

Tetapi penemuan vaksin itu diperkirakan akan memakan waktu lama, di mana calon vaksin dari AS kemungkinan membutuhkan satu tahun hingga 18 bulan lagi sebelum tersedia untuk umum.

Pengobatan antivirus yang disebut remdesivir, yang dibuat oleh Gilead Sciences yang berbasis di AS, sudah dalam tahap akhir uji klinis di Asia dan dokter di China telah melaporkan bahwa obat itu terbukti efektif dalam memerangi penyakit ini.

Tetapi hanya uji coba secara acak yang akan memungkinkan para ilmuwan untuk mengetahui dengan pasti apakah itu benar-benar membantu atau apakah pasien akan pulih tanpa itu.
(mas)
Berita Terkait
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Hubungan Baik Trump-Xi Jinping Rusak
Bantah Trump, Ahli Virus...
Bantah Trump, Ahli Virus AS Sebut COVID-19 Bukan Buatan Lab China
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Missouri, Negara Bagian...
Missouri, Negara Bagian Pertama AS yang Gugat China karena Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
1 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
3 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
4 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
4 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved