Mahathir: AS Harus Berpikir Dua Kali Sebelum Kembalikan Dana 1MDB
Jum'at, 13 Maret 2020 - 18:01 WIB
Mahathir: AS Harus Berpikir Dua Kali Sebelum Kembalikan Dana 1MDB
A
A
A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan Amerika Serikat (AS) harus berpikir dua kali sebelum mengembalikan uang yang diperoleh dari penyelidikan anti-kleptokrasi di 1MDB ke Malaysia.
Alasannya menurut Mahathir, partai yang dituduh korupsi di 1MDB telah kembali berkuasa. Mahathir, 94, tiba-tiba mundur bulan lalu dan kemudian diganti oleh Muhyiddin Yassin yang koalisinya termasuk bekas partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang terlilit kasus korupsi di 1MDB.
UMNO dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilu 2018 karena publik marah dengan kasus korupsi tersebut. Namun kini UMNO kembali berkuasa dengan mendukung pemerintahan Muhyiddin.
Departemen Kehakiman AS (DoJ) menaytakan lebih dari USD4,5 miliar telah dicuri dari 1MDB di era pemerintahan PM Najib Razak dengan partainya UMNO. Najib saat ini diadili terkait kasus korupsi itu.
DoJ dalam kasus anti-kleptokrasi terbesarnya telah mendapatkan kembali sekitar USD1 miliar melalui penyitaan dan penjualan aset yang diduga dibeli dengan dana curian dari 1MDB.
DoJ mengembalikan sekitar USD200 juta ke Malaysia pada Mei tapi transfer kedua sekitar USD240 juta ditunda bulan lalu akibat ketidakpastian setelah pengunduran diri Mahathir.
Mahathir mengatakan pada Reuters bahwa DoJ harus mempertimbangkan ulang keputusannya untuk mengirim uang itu ke Malaysia setelah partai Najib kembali ke pemerintahan.
"Saat kami mengambil alih, DoJ akan memberikannya pada kami karena kami menggulingkan orang yang mencuri uang itu. Sekarang, orang yang mencuri uang itu ingin mendapatkan kembali uang yang mereka curi. Saya pikir DoJ akan berpikir dua kali," papar Mahathir.
Sebanyak enam negara sedang menginvestigasi tuduhan korupsi dan pencucian uang di 1MDB yang didirikan Najib pada 2009.
Najib menyatakan bahwa suasana lebih kondusif untuk pengadilan yang lebih adil setelah Mahathir tak berkuasa.
Alasannya menurut Mahathir, partai yang dituduh korupsi di 1MDB telah kembali berkuasa. Mahathir, 94, tiba-tiba mundur bulan lalu dan kemudian diganti oleh Muhyiddin Yassin yang koalisinya termasuk bekas partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang terlilit kasus korupsi di 1MDB.
UMNO dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilu 2018 karena publik marah dengan kasus korupsi tersebut. Namun kini UMNO kembali berkuasa dengan mendukung pemerintahan Muhyiddin.
Departemen Kehakiman AS (DoJ) menaytakan lebih dari USD4,5 miliar telah dicuri dari 1MDB di era pemerintahan PM Najib Razak dengan partainya UMNO. Najib saat ini diadili terkait kasus korupsi itu.
DoJ dalam kasus anti-kleptokrasi terbesarnya telah mendapatkan kembali sekitar USD1 miliar melalui penyitaan dan penjualan aset yang diduga dibeli dengan dana curian dari 1MDB.
DoJ mengembalikan sekitar USD200 juta ke Malaysia pada Mei tapi transfer kedua sekitar USD240 juta ditunda bulan lalu akibat ketidakpastian setelah pengunduran diri Mahathir.
Mahathir mengatakan pada Reuters bahwa DoJ harus mempertimbangkan ulang keputusannya untuk mengirim uang itu ke Malaysia setelah partai Najib kembali ke pemerintahan.
"Saat kami mengambil alih, DoJ akan memberikannya pada kami karena kami menggulingkan orang yang mencuri uang itu. Sekarang, orang yang mencuri uang itu ingin mendapatkan kembali uang yang mereka curi. Saya pikir DoJ akan berpikir dua kali," papar Mahathir.
Sebanyak enam negara sedang menginvestigasi tuduhan korupsi dan pencucian uang di 1MDB yang didirikan Najib pada 2009.
Najib menyatakan bahwa suasana lebih kondusif untuk pengadilan yang lebih adil setelah Mahathir tak berkuasa.
(sfn)