Pertama Kalinya Sejak Wabah Corona, Xi Jinping Akan Sambangi Wuhan
Jum'at, 06 Maret 2020 - 23:29 WIB
Pertama Kalinya Sejak Wabah Corona, Xi Jinping Akan Sambangi Wuhan
A
A
A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping akhirnya dapat mengunjungi Wuhan, kota yang menjadi epicentrum bagi penyebaran virus Corona Covid-19 global. Demikian laporan yang diturunkan kantor berita yang bermarkas di Hong Kong, Mingpao.
Mingpao melaporkan Jinping dapat melakukan perjalanan ke Wuhan dalam waktu dekat setelah menghindar dari sorotan media selama berminggu-minggu. (Baca: Mengapa Xi Jinping 'Hilang' saat China Perangi Virus Corona? )
Pemimpin China itu jarang muncul di acara-acara publik meskipun mengklaim bertanggung jawab untuk pencegahan dan pengendalian penyakit selama kunjungan Ketua Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus ke Beijing pada 28 Januari.
Menurut sumber Beijing yang berbicara dengan Mingpao, Jinping akan mengunjungi Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, tempat pasien pertama virus Corona Covid-19 yang diakui secara resmi China dirawat. Jinping diperkirakan juga akan mengunjungi Rumah Sakit Huoshenshan Wuhan, pusat perawatan dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun dalam 10 hari sebagai tanggapan terhadap wabah tersebut.
Presiden China itu juga akan menyambangi Wuhan Institute of Virology yang dikelola pemerintah. Wuhan Institute of Virology menjadi pusat perhatian internasional menyusul spekulasi di media sosial China bahwa lab itu adalah sumber virus, dan wabah dimulai di antara para teknisi lab pada awal Desember seperti dikutip dari UPI, Jumat (6/3/2020).
Lebih dari 3.000 orang telah meninggal di China sehubungan dengan epidemi Covid-19, dan lebih dari 100 ribu orang dipastikan terinfeksi di seluruh dunia.
Media pemerintah China telah menjauh dari meliput berita atau peristiwa yang menunjukkan kemarahan di China yang meningkat setelah wabah.
Media China People's Daily menghapus video yang menunjukkan protes di Wuhan.
Dalam cuplikan itu, seorang pejabat tinggi China, Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan terlihat sedang dicemooh dan diejek selama kunjungannya ke Wuhan. Warga Wuhan terlihat berteriak, "palsu, palsu, semuanya palsu," saat dia memeriksa pekerjaan komite lingkungan yang bertanggung jawab atas karantina, seperti dilaporkan The Guardian.
Wuhan melaporkan 126 kasus virus Corona Covid-19 lainnya pada hari Kamis, menurut laporan tersebut.
Mingpao melaporkan Jinping dapat melakukan perjalanan ke Wuhan dalam waktu dekat setelah menghindar dari sorotan media selama berminggu-minggu. (Baca: Mengapa Xi Jinping 'Hilang' saat China Perangi Virus Corona? )
Pemimpin China itu jarang muncul di acara-acara publik meskipun mengklaim bertanggung jawab untuk pencegahan dan pengendalian penyakit selama kunjungan Ketua Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus ke Beijing pada 28 Januari.
Menurut sumber Beijing yang berbicara dengan Mingpao, Jinping akan mengunjungi Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, tempat pasien pertama virus Corona Covid-19 yang diakui secara resmi China dirawat. Jinping diperkirakan juga akan mengunjungi Rumah Sakit Huoshenshan Wuhan, pusat perawatan dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun dalam 10 hari sebagai tanggapan terhadap wabah tersebut.
Presiden China itu juga akan menyambangi Wuhan Institute of Virology yang dikelola pemerintah. Wuhan Institute of Virology menjadi pusat perhatian internasional menyusul spekulasi di media sosial China bahwa lab itu adalah sumber virus, dan wabah dimulai di antara para teknisi lab pada awal Desember seperti dikutip dari UPI, Jumat (6/3/2020).
Lebih dari 3.000 orang telah meninggal di China sehubungan dengan epidemi Covid-19, dan lebih dari 100 ribu orang dipastikan terinfeksi di seluruh dunia.
Media pemerintah China telah menjauh dari meliput berita atau peristiwa yang menunjukkan kemarahan di China yang meningkat setelah wabah.
Media China People's Daily menghapus video yang menunjukkan protes di Wuhan.
Dalam cuplikan itu, seorang pejabat tinggi China, Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan terlihat sedang dicemooh dan diejek selama kunjungannya ke Wuhan. Warga Wuhan terlihat berteriak, "palsu, palsu, semuanya palsu," saat dia memeriksa pekerjaan komite lingkungan yang bertanggung jawab atas karantina, seperti dilaporkan The Guardian.
Wuhan melaporkan 126 kasus virus Corona Covid-19 lainnya pada hari Kamis, menurut laporan tersebut.
(ian)