Tiga Kekuatan Bertarung, Kisruh Politik di Malaysia Akan Berlanjut

Minggu, 01 Maret 2020 - 14:29 WIB
Tiga Kekuatan Bertarung,...
Tiga Kekuatan Bertarung, Kisruh Politik di Malaysia Akan Berlanjut
A A A
JAKARTA - Kericuhan dan ketidakpastian politik di Malaysia diyakini masih akan berlangsung meski Raja telah menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri. Hal itu diungkapkan oleh pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja.

Menurut Dinna setidaknya ada tiga hal membuat krisis politik di Malaysia akan berkepanjangan.

"Pertama, rakyat yang punya mimpi bahwa Malaysia melangkah lebih demokratis ketika Mahathir Mohamad membentuk partai sendiri dan bergabung dengan Anwar Ibrahim sehingga menang pemilu sudah menunjukkan rasa kecewa yang besar akan proses penunjukan tidak demokratis yang diambil untuk mengangkat PM," kata Dinna.

"Awalnya diharapkan segera diumumkan pemilu (biasanya butuh waktu 45 hari untuk mempersiapkan pemilu) dan Mahathir sebagai PM sementara sambil menunggu saat pemilu dan hal ini tidak terjadi," sambungnya kepada Sindonews, Minggu (1/3/2020).

Kedua, kata Dinna, para pendukung Monarki tersinggung dengan gerakan #notmypm di sosmed yang dianggap tidak memercayai Raja dan berpotensi makar.

"Benturan seperti ini tentu menciptakan perpecahan dalam masyarakat dan berpotensi menciptakan destabilitasi politik," ulas Dinna.

Sedangkan hal yang ketiga, menurut Dinna, adalah baik Mahathir Mohammad maupun Anwar Ibrahim berarti pisah jalan dan UMNO pun kelihatannya tidak solid karena ada pecahan UMNO yang menjadi pendukung Mahathir Mohamad. Dengan demikian, perdana menteri terpilih Muhyiddin Yassin yang dipilih oleh Raja bukanlah pemimpin yang didukung mayoritas parlemen. Padahal selama pemilu belum digelar ulang maka komposisi partai masih tetap relatif sama kuat antara kubu Mahathir dan Anwar.

"Kemungkinan akan terjadi mosi tidak percaya pada PM tunjukan Raja; atau kalaupun mosi tersebut tidak berhasil maka tidak akan efektif dalam mengambil keputusan apalagi kebijakan yang mengikat di Malaysia," urai Dinna.

Saat ditanya apakan ini artinya masih pertarungan dua kekuatan antara Anwar dan Mahathir, Dinna menjawab: "Iya masih plus kekuatan monarchy, jadi lebih chaos."

"Yang tepat antara Mahathir - Anwar - Monarki. Karena Muhyiddin semata pilihan raja," ia menambahkan.

Lebih jauh, Dinna menyatakan terlalu spekulatif jika Raja menunjukkan Muhyiddin karena faktor ketidaksukaan terhadap Mahathir Mohamad.

"Tetapi kalau saya lihat Mahathir memang terbilang sangat percaya diri bisa menyetir Raja dan berharap Raja akan menolak pengunduran diri dia supaya dia bisa menyingkirkan Anwar secara konstitusional, kenyataannya Raja justru tidak ingin disetir Mahathir," kata Dinna.

"Beberapa minggu sebelum Mahathir mengundurkan diri kebetulan sekali saya bertanya pada orang-orang dalam pemerintahan Malaysia tentang prospek penyerahan kekuasaan pada Anwar, karena waktunya sebenarnya telah tiba dan jawabannya negatif, bahwa tidak terlihat ada niatan berbagi kekuasaan dengan Anwar," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Tua-tua Keladi, Mahathir...
Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air
Masuk Rumah Sakit, Mahathir...
Masuk Rumah Sakit, Mahathir Mohammad Lakukan Pemeriksaan Medis dan Observasi
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Mahathir Mohamad Dikeluarkan...
Mahathir Mohamad Dikeluarkan dari Partainya Sendiri
Mahathir: Pemimpin Partai...
Mahathir: Pemimpin Partai Pribumi Bersatu Berpaling dari Janji Mereka
Diusir Partainya Sendiri,...
Diusir Partainya Sendiri, Mahathir Melawan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
52 menit yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
1 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
3 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
3 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
4 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved