Kasus Virus Corona di Prancis Capai 100, Korsel Melonjak Jadi 3.526
Minggu, 01 Maret 2020 - 11:27 WIB
Kasus Virus Corona di Prancis Capai 100, Korsel Melonjak Jadi 3.526
A
A
A
JAKARTA - Wabah virus Corona Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sebaliknya, laporan kasus infeksi virus mematikan itu di sejumlah negara menunjukkan kenaikan.
Dua negara yang mengalami kenaikan laporan kasus infeksi virus Corona adalah Prancis dan Korea Selatan (Korsel).
Kepala pelayanan kesehatan masyarakat Prancis, Jerome Salomon, mengatakan negara itu memiliki 100 kasus infeksi virus Corona baru yang telah dikonfirmasi. Jumlah ini meningkat dari 73.
"Dari kasus-kasus itu, dua orang telah meninggal, 12 telah pulih dan 86 berada di rumah sakit, sembilan di antaranya dalam kondisi serius," terang Salomon seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2020).
Sementara Korsel melaporkan 376 lebih banyak kasus virus Corona, sehingga total menjadi 3.526. Jumlah ini menjadi yang terbesar di di dunia di luar China.
"Hampir 90 persen dari kasus baru berada di Daegu, pusat wabah negara itu, dan provinsi tetangganya di Gyeongsang Utara," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) dalam sebuah pernyataan.
"Korban tewas berdiri di 17, tidak berubah dari hari sebelumnya," sambung KCDC seperti dikutip dari Channel News Asia.
Diperkirakan secara nasional total kasus infeksi di Korsel akan meningkat lebih lanjut dengan penyaringan terhadap lebih dari 260 ribu orang yang terkait dengan Gereja Shincheonji Yesus, entitas rahasia yang sering dituduh sebagai aliran sesat yang terkait dengan sekitar setengah dari kasus infeksi virus Corona di negara itu.
Jalan-jalan Daegu - kota terbesar keempat di Korea Selatan dengan populasi 2,5 juta - sebagian besar telah ditinggalkan selama berhari-hari, terlepas dari antrian panjang di beberapa toko dengan masker untuk dijual.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan untuk tinggal di rumah.
Tetapi para pejabat mengatakan mereka tidak mempertimbangkan karantina di seluruh kota yang mirip dengan penguncian yang diterapkan di kota Wuhan, China tengah, tempat virus itu pertama kali muncul.
Pemerintah telah memberlakukan perpanjangan satu minggu untuk libur sekolah secara nasional. Di Daegu, libur sekolah diperpanjang tiga minggu.
Dua negara yang mengalami kenaikan laporan kasus infeksi virus Corona adalah Prancis dan Korea Selatan (Korsel).
Kepala pelayanan kesehatan masyarakat Prancis, Jerome Salomon, mengatakan negara itu memiliki 100 kasus infeksi virus Corona baru yang telah dikonfirmasi. Jumlah ini meningkat dari 73.
"Dari kasus-kasus itu, dua orang telah meninggal, 12 telah pulih dan 86 berada di rumah sakit, sembilan di antaranya dalam kondisi serius," terang Salomon seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2020).
Sementara Korsel melaporkan 376 lebih banyak kasus virus Corona, sehingga total menjadi 3.526. Jumlah ini menjadi yang terbesar di di dunia di luar China.
"Hampir 90 persen dari kasus baru berada di Daegu, pusat wabah negara itu, dan provinsi tetangganya di Gyeongsang Utara," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) dalam sebuah pernyataan.
"Korban tewas berdiri di 17, tidak berubah dari hari sebelumnya," sambung KCDC seperti dikutip dari Channel News Asia.
Diperkirakan secara nasional total kasus infeksi di Korsel akan meningkat lebih lanjut dengan penyaringan terhadap lebih dari 260 ribu orang yang terkait dengan Gereja Shincheonji Yesus, entitas rahasia yang sering dituduh sebagai aliran sesat yang terkait dengan sekitar setengah dari kasus infeksi virus Corona di negara itu.
Jalan-jalan Daegu - kota terbesar keempat di Korea Selatan dengan populasi 2,5 juta - sebagian besar telah ditinggalkan selama berhari-hari, terlepas dari antrian panjang di beberapa toko dengan masker untuk dijual.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan untuk tinggal di rumah.
Tetapi para pejabat mengatakan mereka tidak mempertimbangkan karantina di seluruh kota yang mirip dengan penguncian yang diterapkan di kota Wuhan, China tengah, tempat virus itu pertama kali muncul.
Pemerintah telah memberlakukan perpanjangan satu minggu untuk libur sekolah secara nasional. Di Daegu, libur sekolah diperpanjang tiga minggu.
(ian)