AS dan Taliban Siap Tandatangani Perjanjian Damai Bersejarah

Sabtu, 29 Februari 2020 - 15:04 WIB
AS dan Taliban Siap...
AS dan Taliban Siap Tandatangani Perjanjian Damai Bersejarah
A A A
DOHA - Amerika Serikat (AS) dan Taliban akan menandatangani perjanjian damai yang dapat mengakhiri perang terpanjang AS. Kesepakatan damai ini tercapai setelah melalui negosiasi berkepanjangan selama hampir dua tahun di Ibu Kota Qatar, Doha.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (29/2/2020), para diplomat dari Afghanistan, AS, India, Pakistan, dan negara-negara anggota PBB lainnya mulai berkumpul pada pagi ini bersama dengan perwakilan Taliban di Sheraton Hotel di Doha, sebuah resor bintang lima yang menghadap ke Teluk tempat perjanjian damai diperkirakan akan ditandatangani pada pukul 11:00 GMT atau sekitar jam 18.00 WIB.

Pada Jumat malam, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pernyataan mendesak warga Afghanistan untuk mengambil kesempatan untuk perdamaian dan masa depan yang baru bagi negara mereka.

"Hampir 19 tahun yang lalu, anggota militer Amerika pergi ke Afghanistan untuk membasmi para teroris yang bertanggung jawab atas serangan 11/9. Pada waktu itu, kami telah membuat kemajuan besar di Afghanistan, tetapi dengan biaya besar bagi anggota militer kami yang berani, kepada pembayar pajak Amerika, dan kepada rakyat Afghanistan," ujarnya.

"Ketika saya mencalonkan diri untuk jabatan presiden, saya berjanji kepada orang-orang Amerika bahwa saya akan mulai membawa pulang pasukan kami, dan berusaha untuk mengakhiri perang ini. Kami membuat kemajuan besar pada janji itu," sambung Trump.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan menyaksikan penandatanganan perjanjian ini di Doha, sementara Menteri Pertahanan AS Mark Esper diperkirakan akan mengeluarkan deklarasi bersama dengan pemerintah Afghanistan di Kabul.

Kesepakatan itu datang seminggu setelah perjanjian "pengurangan kekerasan" (RIV) diumumkan oleh Washington, yang sebagian besar telah diadakan. (Baca: Akhir Bulan, AS-Taliban Tandatangani Kesepakatan Damai )

Selama sepekan terakhir, sedikitnya 19 pasukan keamanan dan empat warga sipil telah terbunuh - penurunan yang nyata dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya - kematian yang disebabkan oleh pemerintah Afghanistan karena Taliban.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
1 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
5 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
7 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
8 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
9 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved