Turki Perang Lawan Rusia 16 Kali dan Akan Bertarung Lagi

Sabtu, 29 Februari 2020 - 10:36 WIB
Turki Perang Lawan Rusia...
Turki Perang Lawan Rusia 16 Kali dan Akan Bertarung Lagi
A A A
ANKARA - Seorang anggota dewan ahli yang menasihati Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengisyaratkan bahwa Ankara siap berperang melawan Rusia setelah ketegangan di Provinsi Idlib, Suriah, meningkat selama 24 jam terakhir.

Mesut Hakki Casin—anggota Dewan Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Turki—yang memberi nasihat kepada Erdogan, membuat komentarnya tak lama setelah 33 tentara Turki tewas dalam serangan udara oleh pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia di Provinsi Idlib.

"Kami (Turki) telah (perang) melawan Rusia 16 kali di masa lalu, dan kami akan bertarung lagi," katanya, seperti dikutip Russia Today, Jumat (28/2/2020) malam.

Penasihat Erdogan itu menunjuk pada populasi Muslim Rusia yang cukup besar dan mengklaim bahwa negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu akan dihancurkan dari dalam jika terjadi konflik bersenjata antara Moskow dan Ankara.

NATO telah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi di Idlib pada hari Jumat, menyusul permintaan oleh anggotanya; Turki. Para pejabat di Ankara berjanji akan membalas rezim Damaskus setelah pasukannya diserang.

Sementara itu, Moskow mengatakan bahwa Angkatan Darat Suriah menangkis serangan oleh kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah cabang al-Qaeda di Suriah. Moskow juga mengecam Turki karena tentara Ankara berada di antara para militan teroris tersebut.

Rusia menjelaskan bahwa Ankara gagal memberi tahu tentang kehadiran personelnya di Idlib sehingga jadi korban serangan udara rezim Suriah.

Ketegangan memuncak di Idlib dalam beberapa minggu terakhir. Provinsi di Suriah ini masih menjadi benteng terakhir kelompok pemberontak baik moderat maupun kelompok militan anti-pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Ankara menuduh Damaskus melanggar gencatan senjata dan mengebom warga sipil di Idlib. Sebaliknya, Rusia mengatakan bahwa Turki telah gagal memenuhi janjinya untuk membersihkan zona deeskalasi Idlib dari kelompok militan.

Rusia dan Turki telah melakukan beberapa perang besar sejak abad ke-16. Terakhir kali kedua negara berperang satu sama lain adalah selama Perang Dunia I (1914-1918).
(mas)
Berita Terkait
Putin Surati Pemimpin...
Putin Surati Pemimpin Baru Suriah, Apa Isinya?
Putin dan Assad Bertemu,...
Putin dan Assad Bertemu, Kritik Campur Tangan Asing di Suriah
Utusan Presiden Rusia...
Utusan Presiden Rusia untuk Suriah: Erdogan dan Assad Segera Bertemu
3 Negara Diuntungkan...
3 Negara Diuntungkan Tumbangnya Rezim Assad di Suriah, 2 di Antaranya Anggota NATO
Erdogan Siap Bertemu...
Erdogan Siap Bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad
3 Alasan Rusia Setia...
3 Alasan Rusia Setia Dukung Bashar al-Assad di Suriah
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
8 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
9 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
10 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
11 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
12 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
14 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved