AS Khawatir Iran Tutupi Fakta Soal Virus Corona
Rabu, 26 Februari 2020 - 18:16 WIB
AS Khawatir Iran Tutupi Fakta Soal Virus Corona
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington sangat prihatin Iran mungkin telah menutupi perincian tentang penyebaran virus Corona, Covid-19 di negara mereka. Dia meminta semua negara untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai virus ini.
"AS sangat prihatin dengan informasi yang menunjukkan rezim Iran mungkin telah menekan rincian penting tentang wabah di negara itu," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (26/2/2020).
Korban tewas akibat virus Corona di Iran diketahui berjumlah 16 orang hingga kemarin. Situasi ini semakin meningkatkan isolasi internasional terhadap Iran, di mana hal ini memicu beberapa negara menghentikan penerbangan, beberapa diantaranya adalah Kanada, Lebanon, Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak.
Sementara itu, sebuah video memperlihatkan saat Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan Iran menunjukkan gejala terinfeksi virus Corona saat konferensi pers.
Wamen Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, berdiri di podium selama konferensi pers pada hari Senin untuk memberi pengarahan kepada media tentang keadaan wabah virus Corona yang saat ini terjadi di negara Timur Tengah itu.
Pada satu momen, Harirchi mulai memperhatikan dirinya berkeringat, dan tampak terkejut. Ia kemudian mengambil saputangan dan mulai mengusapkan ke dahinya ketika Ali Rabiei, Menteri Koperasi, Buruh dan Kesejahteraan Sosial Iran, terus berbicara di sebelahnya.
Harirchi kemudian mengakui bahwa ia dinyatakan positif mengidap virus Corona dan mengatakan bahwa ia melakukan karantina sendiri di rumah. Ia mengatakan bahwa pihak berwenang akan berhasil dalam memerangi virus mematikan itu.
Konferensi pers itu sendiri diselenggarakan untuk membantah tuduhan bahwa Iran telah berbohong terkait skala wabah virus Corona. Para pejabat Iran menolak tuduhan bahwa korban tewas jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan dan berusaha mengecilkan bahaya wabah.
"AS sangat prihatin dengan informasi yang menunjukkan rezim Iran mungkin telah menekan rincian penting tentang wabah di negara itu," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (26/2/2020).
Korban tewas akibat virus Corona di Iran diketahui berjumlah 16 orang hingga kemarin. Situasi ini semakin meningkatkan isolasi internasional terhadap Iran, di mana hal ini memicu beberapa negara menghentikan penerbangan, beberapa diantaranya adalah Kanada, Lebanon, Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak.
Sementara itu, sebuah video memperlihatkan saat Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan Iran menunjukkan gejala terinfeksi virus Corona saat konferensi pers.
Wamen Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, berdiri di podium selama konferensi pers pada hari Senin untuk memberi pengarahan kepada media tentang keadaan wabah virus Corona yang saat ini terjadi di negara Timur Tengah itu.
Pada satu momen, Harirchi mulai memperhatikan dirinya berkeringat, dan tampak terkejut. Ia kemudian mengambil saputangan dan mulai mengusapkan ke dahinya ketika Ali Rabiei, Menteri Koperasi, Buruh dan Kesejahteraan Sosial Iran, terus berbicara di sebelahnya.
Harirchi kemudian mengakui bahwa ia dinyatakan positif mengidap virus Corona dan mengatakan bahwa ia melakukan karantina sendiri di rumah. Ia mengatakan bahwa pihak berwenang akan berhasil dalam memerangi virus mematikan itu.
Konferensi pers itu sendiri diselenggarakan untuk membantah tuduhan bahwa Iran telah berbohong terkait skala wabah virus Corona. Para pejabat Iran menolak tuduhan bahwa korban tewas jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan dan berusaha mengecilkan bahaya wabah.
(esn)