Krisis Kepercayaan, AS Tidak akan Lagi Selesaikan Masalah di Eropa
Senin, 24 Februari 2020 - 01:00 WIB
Krisis Kepercayaan, AS Tidak akan Lagi Selesaikan Masalah di Eropa
A
A
A
PARIS - Roberto Castaldi, Direktur Penelitian Pusat Internasional untuk Pemerintahan Eropa dan Global menuturkan, Amerika Serikat (AS) tidak akan lagi membantu menyelesaikan masalah geoplitik di Eropa. Dia menyebut, hal ini juga telah beberapa kali disampaikan oleh Presiden Prancis, Emanuel Macron.
"Sebagaimana ditunjukkan oleh Emmanuel Macron, sulit bagi UE untuk mempercayai AS lagi. Alasan mengapa ada begitu banyak krisis geopolitik di Eropa adalah karena perjuangan hegemonik baru di tingkat dunia adalah antara AS dan China," ucapnya.
"Ini berarti bahwa fokus strategis AS bergeser ke Pasifik dan itu untuk selamanya. Jadi, AS tidak akan menyelesaikan krisis geopolitik di Eropa lagi," sambungnya, seperti dilansir Sputnik.
Dia lalu mengatakan, hal ini akan memaksa Eropa untuk mengambil sendiri tugas menjadi penyedia, bukan konsumen keamanan dan itulah yang menjadi masalah utama UE saat ini.
Castladi menyebut, ini bukan tentang fakta mendukung atau menentang AS, tetapi tentang memahami bahwa AS tidak memiliki minat lagi. Atau, minatnya telah berkurang dari sebelumnya dengan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara serta Eropa.
"Ini menambah beban bagi Eropa. Jadi, jika UE akan dapat bertindak bersama, mereka akan menjadi aktor yang relevan dan juga akan lebih mandiri dari AS. Juga, karena risiko Eropa tetap ditekan antara AS dan China di panggung dunia, dan dari ketegasan Rusia dan Turki di lingkungan itu," ungkapnya.
Dia kemudian mengatakan, jika negara-negara UE dapat bertindak dalam masalah keamanan, selayaknya saat bertindak dalam urusan ekonomi, maka saat itu Eropa dapat mandiri dalam hal keamanan.
"Jadi fakta bahwa Eropa harus dapat bertindak dalam kebijakan keamanan luar negeri seperti bertindak dalam masalah ekonomi, itulah poin utamanya. Setelah kami menetapkan bahwa kami memerlukan kebijakan keamanan luar negeri Eropa, maka wajar saja untuk memutuskan oleh mayoritas yang berkualifikasi, sehingga kami dapat memutuskan dan bertindak bersama," tukasnya.
"Sebagaimana ditunjukkan oleh Emmanuel Macron, sulit bagi UE untuk mempercayai AS lagi. Alasan mengapa ada begitu banyak krisis geopolitik di Eropa adalah karena perjuangan hegemonik baru di tingkat dunia adalah antara AS dan China," ucapnya.
"Ini berarti bahwa fokus strategis AS bergeser ke Pasifik dan itu untuk selamanya. Jadi, AS tidak akan menyelesaikan krisis geopolitik di Eropa lagi," sambungnya, seperti dilansir Sputnik.
Dia lalu mengatakan, hal ini akan memaksa Eropa untuk mengambil sendiri tugas menjadi penyedia, bukan konsumen keamanan dan itulah yang menjadi masalah utama UE saat ini.
Castladi menyebut, ini bukan tentang fakta mendukung atau menentang AS, tetapi tentang memahami bahwa AS tidak memiliki minat lagi. Atau, minatnya telah berkurang dari sebelumnya dengan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara serta Eropa.
"Ini menambah beban bagi Eropa. Jadi, jika UE akan dapat bertindak bersama, mereka akan menjadi aktor yang relevan dan juga akan lebih mandiri dari AS. Juga, karena risiko Eropa tetap ditekan antara AS dan China di panggung dunia, dan dari ketegasan Rusia dan Turki di lingkungan itu," ungkapnya.
Dia kemudian mengatakan, jika negara-negara UE dapat bertindak dalam masalah keamanan, selayaknya saat bertindak dalam urusan ekonomi, maka saat itu Eropa dapat mandiri dalam hal keamanan.
"Jadi fakta bahwa Eropa harus dapat bertindak dalam kebijakan keamanan luar negeri seperti bertindak dalam masalah ekonomi, itulah poin utamanya. Setelah kami menetapkan bahwa kami memerlukan kebijakan keamanan luar negeri Eropa, maka wajar saja untuk memutuskan oleh mayoritas yang berkualifikasi, sehingga kami dapat memutuskan dan bertindak bersama," tukasnya.
(esn)