AS Tuding Rusia Sebar Berita Palsu Soal Virus Corona
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:43 WIB
AS Tuding Rusia Sebar Berita Palsu Soal Virus Corona
A
A
A
WASHINGTON - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuturkan, ribuan akun media sosial yang terhubung dengan Rusia telah meluncurkan upaya terkoordinasi untuk menyebarkan informasi yang salah tentang virus Corona baru, Covid-19. Ini dinilai mengganggu upaya global untuk memerangi epidemi.
Kampanye disinformasi, yang diduga dilakukan Moskow, mempromosikan teori konspirasi yang tidak berdasar bahwa AS berada di belakang wabah Covid-19, dalam upaya nyata untuk merusak citra Amerika di seluruh dunia.
Philip Reeker, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Eropa dan Eurasia menuturkan persona palsu digunakan di Twitter, Facebook, dan Instagram untuk memajukan poin pembicaraan Rusia dalam berbagai bahasa, terkait dengan Covid-19.
"Niat Rusia adalah menabur perselisihan dan melemahkan institusi dan aliansi AS dari dalam, termasuk melalui kampanye pengaruh yang merusak dan paksaan,” ucap Reeker, seperti dilansir The Guardian pada Minggu (23/2/2020).
"Dengan menyebarkan disinformasi tentang coronavirus, aktor jahat Rusia sekali lagi memilih untuk mengancam keselamatan publik dengan mengalihkan perhatian dari respon kesehatan global," sambungnya.
Beberapa akun, jelas Reeker, secara keliru mengklaim bahwa AS mengobarkan perang ekonomi terhadap China dan bahwa virus itu adalah senjata biologis yang diproduksi oleh CIA.
Kampanye disinformasi, yang diduga dilakukan Moskow, mempromosikan teori konspirasi yang tidak berdasar bahwa AS berada di belakang wabah Covid-19, dalam upaya nyata untuk merusak citra Amerika di seluruh dunia.
Philip Reeker, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Eropa dan Eurasia menuturkan persona palsu digunakan di Twitter, Facebook, dan Instagram untuk memajukan poin pembicaraan Rusia dalam berbagai bahasa, terkait dengan Covid-19.
"Niat Rusia adalah menabur perselisihan dan melemahkan institusi dan aliansi AS dari dalam, termasuk melalui kampanye pengaruh yang merusak dan paksaan,” ucap Reeker, seperti dilansir The Guardian pada Minggu (23/2/2020).
"Dengan menyebarkan disinformasi tentang coronavirus, aktor jahat Rusia sekali lagi memilih untuk mengancam keselamatan publik dengan mengalihkan perhatian dari respon kesehatan global," sambungnya.
Beberapa akun, jelas Reeker, secara keliru mengklaim bahwa AS mengobarkan perang ekonomi terhadap China dan bahwa virus itu adalah senjata biologis yang diproduksi oleh CIA.
(esn)