Netanyahu Umumkan Rencana Pembangunan 3.000 Rumah di Yerusalem

Jum'at, 21 Februari 2020 - 01:29 WIB
Netanyahu Umumkan Rencana...
Netanyahu Umumkan Rencana Pembangunan 3.000 Rumah di Yerusalem
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pembangunan ribuan unit perumahan di permukiman Israel di Yerusalem.

Netanyahu mengatakan ada rencana untuk setidaknya 4.000 rumah akan dibangun, dengan 3.000 unit akan dibangun di permukiman Givay HaMatos di Yerusalem selatan. Sementara 1.000 lainnya di Beit Safafa, sebuah kota Palestina di Yerusalem timur dan dimaksudkan bermanfaat untuk penduduk setempat.

Pengumuman itu muncul kurang dari dua minggu sebelum pemilu Israel yang akan dihelat pada 2 Maret mendatang dan delapan tahun sejak rencana pembangunan di daerah itu diajukan tetapi dihentikan karena tekanan internasional.

"Kami akan membangun lingkungan Givat Hamatos, kami telah menghilangkan semua hambatan," kata Netanyahu dari pemukiman Har Homa di dekatnya, yang menghadap ke Givat HaMatos.

"Saya harus mengatakan 1.000 dari (rumah) ini akan segera dipasarkan, dalam beberapa hari mendatang, oleh Penjabat Direktur Jenderal PMO Ronen Peretz," ia menambahkan.

"Penduduk Arab memiliki masalah perumahan, yang kami sediakan solusi," tambahnya, merujuk pada pembangunan di Beit Safafa seperti dikutip dari Ynet, Jumat (21/2/2020).

Netanyahu mengatakan rencana itu dimaksudkan untuk menghubungkan semua bagian dari Yerusalem "bersatu" dan membangun lingkungan baru Yahudi.

“Hari ini, saya mengumumkan pendirian Har Homa Heh, sebuah lingkungan di mana kami akan membangun 2.200 unit perumahan. Ini adalah salah satu dari sekitar 12.000 penduduk. Har Homa akan menjadi lingkungan dengan sekitar 50.000 penduduk. Ini seperti kota berukuran rata-rata di Israel, hanya di lingkungan ini saja," tuturnya.

Netanyahu mengatakan keputusan itu dibuat meskipun menghadapi sikap oposisi internasional yang kuat.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam rencana itu tak lama setelah pengumuman Netanyahu.

"Desakan Netanyahu untuk membangun ribuan unit pemukiman adalah penghancuran sistematis solusi dua negara dan implementasi rencana Trump," kata Nabil Abu Rudeineh.

Amerika Serikat (AS) bulan lalu mengumumkan tidak lagi memandang permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur tidak melanggar hukum internasional. Keputusan ini bertentangan dengan kebijakan AS selama empat dasawarsa.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
26 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved