Panik Virus Corona, Warga Singapura Borong dan Timbun Bahan Makanan

Rabu, 12 Februari 2020 - 18:42 WIB
Panik Virus Corona,...
Panik Virus Corona, Warga Singapura Borong dan Timbun Bahan Makanan
A A A
SINGAPURA - Kepanikan dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu di Singapura, terkait dengan penyebaran virus Corona jenis baru. Warga Singapura dilaporkan telah memborong bahan-bahan makanan dan sanitasi di pusat perbelanjaan di negara tersebut. Dengan menimbun bahan pangan, mereka dapat mengamankan diri di dalam apartemen atau rumah mereka masing-masing.

Apa yang memicu kegelisahan adalah Singapura meningkatkan tingkat kewaspadaan pandemi siaga dari kuning menjadi oranye pada Jumat pekan lalu. Peringatan oranye menunjukkan penyebaran virus sedang dibatasi dan peringatan yang sama digunakan pada 2009 untuk pandemi flu H1N1, serta SARS.

Menanggapi lonjakan pembelian, kepala eksekutif salah satu pusat perbelanjaan di Singapura, NTUC FairPrice, Seah Kian Peng mendesak agar masyarakat tetap tenang dan menekankan tidak perlu menimbun makanan.

Namun, seorang warga Singapura, Tao Ming (48) bertekad untuk bersiap menghadapi yang terburuk. Dia mengaku sudah membeli dua lemari es tambahan dari toko barang bekas untuk mengawetkan stok makanan yang dibelinya.

"Saya melihat beberapa orang datang ke Singapura dan terinfeksi. Ini berarti sangat serius dan Anda tidak tahu siapa yang mendapatkannya. Saya khawatir itu akan menyebar lebih jauh, sehingga lebih baik untuk mempersiapkan terlebih dahulu, "katanya, seperti dilansir South China Morning Post pada Rabu (12/2/2020).

Tao kemudian mengatakan bahwa ia tidak terburu-buru membeli masker ketika wabah terjadi dan sekarang hanya memiliki 20 buah masker untuk keluarganya yang berjumlah lima orang.

SementaraMal Hao (26), seorang mahasiswa di Singapura mengatakan, laporan infeksi baru setiap hari menambah suasana ketidakpastian. Menurut Hao, ia dan ibunya khawatir rantai pasokan makanan di Singapura yang bergantung pada impor dapat terganggu oleh penyebaran virus ini.

"Para menteri telah membuat pernyataan berani dan mengatakan kata-kata yang meyakinkan, tetapi ini adalah situasi yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan masa lalu. Di mana tindakannya dan apa tindakannya," ucapnya. Ia mengaku sudah memiliki persediaan makanan yang cukup untuk satu bulan.

Dia lalu mengatakan pemerintah harus berkomitmen pada road map untuk mengatasi wabah dan mengklarifikasi insiden apa yang mungkin memicu respons yang berbeda.

Sebagai contoh, ia menunjukkan bagaimana 30 ribu pemegang izin kerja dari China belum kembali ke negaranya dan mempertanyakan apakah orang-orang yang diminta untuk karantina di rumah karena diduga terinfeksi virus Corona, benar-benar tinggal di dalam rumah mereka.
(esn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Ini Kisah Zhang Jixian,...
Ini Kisah Zhang Jixian, Dokter yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
3 menit yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
1 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
2 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
2 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved