Bebas dari Pemakzulan, Trump: Jangan Pernah Terjadi pada Presiden Lain

Jum'at, 07 Februari 2020 - 05:54 WIB
Bebas dari Pemakzulan,...
Bebas dari Pemakzulan, Trump: Jangan Pernah Terjadi pada Presiden Lain
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pidato selama satu jam di Gedung Putih mengenai keputusan Senat yang membebaskannya dari pemakzulan.

Setelah hampir tiga minggu, sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump oleh Senat berakhir hari Rabu waktu Washington. Senat menyelamatkan Trump dengan memutuskan sang presiden tak bersalah atas dua pasal yang dituduhkannya. (Baca: Sidang Pemakzulan Berakhir, Trump Dinyatakan Tak Bersalah )

“Kita telah melakukan perburuan penyihir. Itu dimulai sejak hari kami turun (dari eskalator) lift, saya dan calon ibu negara kami,” Trump memulai pidatonya, menggambarkan upaya lawan-lawan politiknya untuk melumpuhkan pemerintahannya.

“Itu tidak pernah benar-benar berhenti. Kami telah melalui ini sekarang selama lebih dari tiga tahun. Itu jahat. Itu korup. Itu adalah polisi yang kotor; itu leakers dan pembohong," sambung Trump yang dikelilingi oleh kabinet dan sekutu politiknya.

“Ini seharusnya jangan pernah terjadi pada presiden lain. Jangan pernah. Saya tidak tahu apakah presiden lain akan bisa menerimanya," imbau Trump seperti disitir dari National Interest, Jumat (7/2/2020).

Trump adalah Presiden ketiga yang akan dimakzulkan oleh DPR dan dibebaskan oleh Senat, mengikuti Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton pada 1998.

"Jika ini terjadi pada Presiden Obama, banyak orang sudah berada di penjara untuk waktu yang lama. Bertahun-tahun,”kata Trump, dalam apa yang mungkin menjadi ancaman terselubung atas tindakan hukum bagi setiap lawannya yang melanggar hukum. Sebagai seorang kandidat presiden pada tahun 2016, Trump dikritik karena mempopulerkan nyanyian "Tangkap dia!" terhadap lawannya saat itu, mantan menteri luar negeri Hillary Clinton.

Saat ini ada penyelidikan kriminal yang dipimpin oleh Jaksa Distrik Connecticut John Durham tentang asal-usul penyelidikan FBI tahun 2016, yang pada 2017 berkembang menjadi penunjukan Robert Mueller sebagai jaksa penuntut khusus.

"Itu semua omong kosong," kata Trump, menggambarkan tuduhan ia bekerja sama dengan Rusia dalam pemilu presiden 2016 lalu.

“Saya telah melakukan hal yang salah dalam hidup saya, saya akui. Tidak sengaja, tapi saya telah melakukan kesalahan. Tetapi inilah hasil akhirnya,” ujar Trump.

Dia melanjutkan pidatonya dengan menunjukkan halaman depan surat kabar The Washington Post, dengan judul “TRUMP DIBEBASKAN” di halaman depan. Dia menyerahkannya kepada istrinya Melania.

"Kamu bisa bawa pulang sayang, mungkin kita akan membingkainya. Itu satu-satunya tajuk bagus yang pernah saya miliki di The Washington Post," seloroh Trump.

Lebih dari tiga perempat pidato Trump dihabiskan untuk berterima kasih kepada pendukung Partai Republik yang telah berdiri di sisinya selama kontroversi.

"Anda mengembangkan persahabatan ketika Anda sedang bertempur dan berperang," ujarnya.

Trump awalnya mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Mayoritas Senat Partai Republik Mitch McConnell, yang bekerja dengan Gedung Putih untuk memberikan suara dan mengelola persidangan di senat.

"Mitch, dia berada di sana sejak awal. Ia tidak pernah berubah. Dan Mitch McConnell, saya ingin memberi tahu Anda, Anda melakukan pekerjaan yang fantastis,” kata Trump kepada rekannya.

Sementara dengan riang menceritakan anekdot tentang temannya, Trump juga memiliki kata-kata untuk orang-orang yang telah mendukung pemakzulannya. Dia memerintahkan Senator Mike Lee untuk menyapa orang-orang di Utah.

"Dan katakan pada mereka aku minta maaf tentang Mitt Romney," ucap Trump.

Romney adalah satu-satunya politisi Partai Republik di kedua kamar yang memilih pemakzulan dan pelengserannya.

Setelah itu, Trump mengatakan angka jajak pendapat terhadap Romney "turun drastis."

Kata-kata paling keras Trump ditujukan untuk Partai Demokrat diu DPR.

“(Ketua Komite Intelijen DPR) Adam Schiff adalah orang yang kejam, mengerikan. (Ketua DPR) Nancy Pelosi adalah orang yang mengerikan. Dan dia ingin memakzulkan dahulu kala. Ketika dia berkata, 'Saya berdoa untuk presiden,' dia mungkin berdoa, tetapi dia berdoa sebaliknya. Saya ragu dia berdoa sama sekali," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Dimakzulkan Kedua Kali,...
Dimakzulkan Kedua Kali, Trump Minta Pendukungnya Tetap Tenang
Trump Jadi Presiden...
Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan Dua Kali
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Pendukung Trump dan...
Pendukung Trump dan Massa Anti-Trump Bentrok di Washington DC
Berita Terkini
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
16 menit yang lalu
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
56 menit yang lalu
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
1 jam yang lalu
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
2 jam yang lalu
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
2 jam yang lalu
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
3 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved