Dimakzulkan Kedua Kali, Trump Minta Pendukungnya Tetap Tenang

Kamis, 14 Januari 2021 - 09:09 WIB
loading...
Dimakzulkan Kedua Kali,...
Presiden AS Donald Trump meminta para pendukungnya untuk tetap tenang setelah dimakzulkan kedua kalinya. Foto/KTLA
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump merilis video pada Rabu malam waktu setempat pasca DPR Amerika Serikat (AS) memutuskan memakzulkannya untuk kedua kali. Dalam pesannya, Trump mengimbau agar pendukungnya tetap tenang dengan mengatakan bahwa pendukung sejatinya tidak akan melakukan kekerasan politik.

"Kekerasan massa bertentangan dengan semua yang saya yakini dan semua yang diperjuangkan oleh gerakan kami," kata Trump dalam pesannya dari Oval Office.

"Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mendukung kekerasan politik," imbuhnya.



"Tidak ada pendukung sejati saya yang dapat meremehkan penegakan hukum atau bendera Amerika kami yang besar. Tidak ada pendukung sejati saya yang dapat mengancam atau melecehkan sesama orang Amerika. Jika Anda melakukan salah satu dari hal-hal ini, Anda tidak mendukung gerakan kami. Anda menyerangnya. dan Anda menyerang negara kami. Kami tidak bisa mentolerirnya," tegasnya seperti dikutip dari Fox News, Kamis (14/1/2021).

Pernyataannya diposting akun Twitter Gedung Putih hanya beberapa jam setelah 10 anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat dalam memakzulkan presiden. Akun pribadi Trump sendiri telah diblokir oleh Twitter.

Dalam pesan videonya, Trump juga mendesak pengikut dan perusahaan teknologi untuk menghindari mengobarkan ketegangan yang mencengkeram warga Amerika di hari-hari terakhir masa jabatannya.

Baca juga: Pendukungnya Geruduk Gedung Capitol, Trump Lepas Tangan

Setelah peristiwa pekan lalu, daftar platform media sosial yang melarang presiden semakin panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved