Selamatkan Hubungan, Jenderal AS Diam-diam Menyelinap Sambangi Irak

Rabu, 05 Februari 2020 - 16:43 WIB
Selamatkan Hubungan,...
Selamatkan Hubungan, Jenderal AS Diam-diam Menyelinap Sambangi Irak
A A A
BAGHDAD - Komandan top Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah diam-diam menyelinap ke Irak pada Selasa lalu. Kunjungan ini dilakukan di tengah upaya pemerintah Presiden Donald Trump bekerja untuk menyelamatkan hubungan dengan para pemimpin Irak dan menutup dorongan Baghdad agar pasukan AS ditarik.

Jenderal Marinir Frank McKenzie menjadi pejabat militer AS paling senior yang berkunjung ke Irak sejak serangan pesawat tak berawak Amerika menewaskan seorang jenderal top Iran di Baghdad bulan lalu. Peristiwa ini lantas membuat marah rakyat Irak.

McKenzie bertemu dengan para pemimpin Irak di Baghdad dan kemudian pergi untuk melihat pasukan AS di pangkalan udara al-Asad. Pangkalan udara al-Asad menjadi sasaran serangan rudal Iran bulan lalu sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. McKenzie mengatakan berbesar hati dengan pertemuan itu.

“Saya pikir kita akan dapat menemukan jalan ke depan,” ujarnya seperti dikutip dari Military Times, Rabu (5/2/2020).

Sementara itu kepada wartawan usai melakukan perjalanan itu, McKenzie mangatakan ia membahas masa depan kehadiran militer asing dan hal-hal lain dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi, Presiden Barham Salih dan ketua parlemen Irak Mohammed al-Halbousi.

"Perspektif AS dan pasukan koalisi adalah bahwa keputusan tentang kehadiran masa depan di Irak harus dibuat berdasarkan ancaman Daesh, dalam konsultasi dengan pemerintah Irak," kata McKenzie, merujuk pada Negara Islam (IS, dahulu ISIS) menggunakan akronim Arab.

"Saya pikir kita akan dapat menemukan cara untuk bergerak maju. Saya tidak ingin menganggap karakter dan ruang lingkup itu," sambungnya.

"Tapi saya pikir kita semua menyadari ada ancaman signifikan dari Daesh dan jika kita melepaskan kaki kita dari pedal, itu akan kembali," ujarnya seperti dikutip dari Washington Post.

McKenzie menolak berkomentar apakah ia dan para pemimpin Irak mendiskusikan proposal Pentagon untuk menempatkan baterai rudal Patriot di Irak setelah serangan rudal Iran baru-baru ini. (Baca: Dibombardir Iran, AS Minta Izin Irak Sebar Rudal Patriot )

McKenzie mengatakan kehancuran di pangkalan udara al-Asad menggarisbawahi apa yang ia yakini sebagai maksud Iran untuk menimbulkan kerusakan fatal pada personel AS.

Kunjungan itu dilakukan di tengah meningkatnya sentimen anti AS yang telah memicu protes keras, serangan roket ke kedutaan dan pemungutan suara oleh parlemen Irak yang mendorong penarikan pasukan AS dari negara itu.
(ian)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Serangan Iran Berupaya...
Serangan Iran Berupaya Memaksa Pasukan AS Meninggalkan Irak Utara
Amerika Serikat Kembalikan...
Amerika Serikat Kembalikan 17.000 Artefak Kuno yang Dijarah ke Irak
Serangan Roket Hantam...
Serangan Roket Hantam Pangkalan Koalisi AS di Irak
Kelompok Milisi Irak...
Kelompok Milisi Irak Setuju Tangguhkan Serangan Terhadap Pasukan AS
Koalisi Pimpinan AS...
Koalisi Pimpinan AS Serahkan Basis Militer pada Irak
Berita Terkini
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
20 menit yang lalu
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
1 jam yang lalu
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
1 jam yang lalu
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
2 jam yang lalu
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
3 jam yang lalu
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved