Myanmar Kembali Blokir Internet di Rakhine dan Chin

Kamis, 06 Februari 2020 - 07:30 WIB
Myanmar Kembali Blokir...
Myanmar Kembali Blokir Internet di Rakhine dan Chin
A A A
RAKHINE - Myanmar kembali menerapkan pemblokiran internet di negara bagian Rakhine dan Chin setelah mencabut sebagian blokir internet lima bulan silam.

Operator seluler asal Norwegia, Telenor Group menyatakan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Myanmar memerintahkan lalu lintas internet mobile dihentikan lagi di lima kota di Rakhine dan Chin selama tiga bulan.

Blokir internet selama satu bulan yang terjadi di empat kota di Rakhine yakni Maungdaw, Buthidaung, Rathedaung dan Myebon, serta satu kota di negara bagian Chin, telah dicabut pada September seiring perundingan damai untuk mengakhiri bentrok antara tentara pemerintah dan pemberontak.

"Para pejabat menyebut persyaratan keamanan dan kepentingan publik untuk penerapan kembali pemblokiran itu," ungkap pernyataan Telenor yang menambahkan, empat kota lainnya masih mengalami blokir internet yang diterapkan sejak Juni tahun lalu.

"Kami diperintahkan untuk sementara menghentikan layanan internet seluler," ungkap Myo Swe, pejabat Kementerian Transportasi dan Komunikasi Myanmar.

Myo menjelaskan, "Kami mencabut perintah kami di lima kota itu pada Agustus-September saat situasi di wilayah itu stabil. Sekarang kami mengeluarkan perintah itu lagi."

Juru bicara militer Myanmar Tun Tun Nyi menyatakan militer tidak mengetahui tentang kebijakan memblokir internet tersebut. "Kami tidak tahu dan kami belum mendengar tentang itu," kata Tun Tun.

Perintah itu muncul di tengah meningkatnya kekerasan. Dua wanita dibunuh dan tujuh orang lainnya terluka bulan lalu saat desa Rohingya di Rakhine, mendapat serangan artileri.

Militer Myanmar menolak tuduhan telah menembakkan artileri itu.

Lebih dari 730 Rohingya mengungsi ke Bangladesh setelah Myanmar menggelar operasi militer.
(sfn)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
53 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved