Pompeo Berharap Palestina Terima Rencana Perdamaian Timur Tengah AS

Rabu, 29 Januari 2020 - 18:17 WIB
Pompeo Berharap Palestina...
Pompeo Berharap Palestina Terima Rencana Perdamaian Timur Tengah AS
A A A
WASHINGTON -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo berharap bahwa Palestina akan membuat keputusan untuk mendukung rencana penyelesaian Timur Tengah yang telah diumumkan oleh Donald Trump. Pemimpin AS itu mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah, kemarin.

Rencana perdamaian Timur Tengah AS itu akan menciptakan negara Palestina di beberapa bagian Tepi Barat, tetapi akan memungkinkan Israel untuk mencaplok hampir semua permukimannya di wilayah pendudukan. Rencana itu akan memungkinkan Palestina untuk mendirikan Ibukota di pinggiran Yerusalem timur, tetapi akan meninggalkan sebagian besar kota di bawah kendali Israel.

"Pada akhirnya, rakyat Palestina harus membuat keputusan tentang apakah mereka ingin terus menghadapi tantangan sulit yang mereka hadapi hari ini atau jika mereka ingin membalik halaman dan memberikan hasil untuk diri mereka sendiri dan untuk mereka anak-anak dan cucu mereka itu lebih baik, masa depan yang lebih cerah," kata Pompeo, seperti dilansir Tass pada Rabu (29/1/2020).

"Peluangnya sekarang ada di meja. Mereka tidak harus melakukannya hari ini atau besok, tetapi saya yakin bahwa ketika mereka menatap ini, ketika orang-orang Palestina menatap apa peluang itu, saya yakin bahwa rakyat Palestina akan selama beberapa minggu dan bulan mendatang dan kami telah memberi mereka empat tahun, akan melihat bahwa ini adalah pilihan yang lebih baik bagi mereka. Saya berharap mereka akan melakukannya," sambungnya.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas sendiri telah mengatakan 'seribu tidak' atas rencana perdamaian Timur Tengah tersebut. "Setelah omong kosong yang kami dengar hari ini, kami mengatakan seribu tidak untuk Kesepakatan Abad Ini," kata Abbas pada konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat.

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu: Yerusalem tidak dijual; semua hak kami tidak dijual dan tidak ada tawar-menawar. Dan kesepakatan Anda, konspirasi, tidak akan disetujui," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
Putin: Kebijakan Amerika...
Putin: Kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah Jelas Gagal Total
Biden Tiba di Israel...
Biden Tiba di Israel pada Awal Tur Timur Tengah
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
6 Alasan Houthi Ingin...
6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Timur Tengah Memanas,...
Timur Tengah Memanas, Pasukan Iran Sekarang Dipersenjatai Rudal Pintar
Berita Terkini
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
18 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved