Gawat, Penyebaran Virus Korona Makin Cepat

Senin, 27 Januari 2020 - 06:26 WIB
Gawat, Penyebaran Virus Korona Makin Cepat
Gawat, Penyebaran Virus Korona Makin Cepat
A A A
BEIJING - Virus korona yang dengan cepat mewabah ke berbagai negara hingga kini belum juga mampu dikendalikan. Pemerintah China mengakui kemampuan penularan virus ini menunjukkan tanda semakin kuat.

Indikasi ini antara lain dengan begitu cepatnya penyebaran virus ini di beberapa kota China dan mewabah ke negara lain. Seseorang juga bisa terjangkit tanpa mengalami gejala terlebih dahulu. Di China, jumlah korban baik terinfeksi maupun tewas akibat virus korona telah mencapai 1.975 orang. Sebanyak 56 orang lainya meninggal dunia.

Semakin bahayanya sebaran virus ini membuat beberapa negara akan mengevakuasi warganya dari Wuhan yang menjadi pusat wabah virus ini.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan, virus novel coronavirus (nCoV) atau Pneumonia Wuhan tergolong baru. Namun, virus ini mirip seperti SARS dan MERS yang pernah mewabah beberapa tahun lalu. “Novel coronavirus ini dia juga dibilang sebagai virus yang memiliki mahkota, tapi virus korona ini memang benar-benar yang baru. Jadi memang sebenarnya dia tidak pernah ada dan baru kali ini ada. Karena dia baru ada makanya disebut Noval Koronavirus di tahun 2019,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu. (Baca: Virus Maut Diduga Lepas dari Laboratorium Senjata Biologis Wuhan)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat untuk waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas agar segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Di China, Presiden China Xi Jinping kemarin menggelar rapat penting bersama pejabat Partai Komunis China dan menegaskan bahwa Beijing menghadapi “situasi mengerikan”.“ Penyebaran virus mematikan itu sangat cepat,” katanya.

Saat bersamaan, otoritas kesehatan di seluruh China berjuang untuk mencegah pandemi tersebut. “Kita telah melakukan langkah untuk mengatasi wabah yang sangat cepat,” tandas Xi dilansir Reuters.

Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei kemarin menegaskan berdasarkan laporan klinis, kemampuan penularan virus korona yang menyebabkan wabah semakin kuat. Itu ditunjukkan dengan jumlah korban yang terinfeksi semakin banyak. Dia mengungkapkan orang bisa terjangkit virus tersebut sebelum timbul gejala. “Pengetahuan petugas tentang virus baru itu sangat terbatas dan mereka tidak jelas mengetahui risiko yang disebabkan mutasi virus tersebut,” kata Ma. Dia menjelaskan, masa inkubasi virus korona antara satu hingga 14 hari. Virus itu menyerang selama proses inkubasi tersebut.

Virus yang diyakini berasal dari pasar ikan di Kota Wuhan yang menjual binatang liar ini telah menyebar ke berbagai kota di China seperti Beijing dan Shanghai. Virus ini juga menyebar ke Amerika Serikat (AS), Thailand, Korea Selatan, Jepang, Prancis, dan Kanada.

China kemarin melarang seluruh penjualan binatang liar seperti ular, burung dara, dan buaya di pasar, restoran, serta e-commerce. Padahal binatang liar kerap diperjualbelikan di pasar China. Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pekan ini tidak menyebut wabah itu sebagai darurat kesehatan global. Namun, para pakar kesehatan mempertanyakan apakah China mampu mengatasi epidemi tersebut. Pasalnya, stasiun televisi CCTV melaporkan pemerintah China mengonfirmasi 1.975 kasus pasien yang terinfeksi virus korona pada 25 Januari lalu. Pemerintah juga membatasi pergerakan penduduk Wuhan, kota berpenduduk 11 juta, dengan menghentikan semua layanan transportasi di kota tersebut. Bukan hanya Wuhan, 14 kota lainnya kota di isolasi oleh pemerintah China. Dengan demikian, 57,2 juta penduduk di 15 kota tersebut tidak bisa beraktivitas dengan bebas.
Halaman :
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1107 seconds (10.101#12.26)