Tim Pengacara CFO Huawei Lawan Ekstradisi AS di Pengadilan Kanada

Rabu, 22 Januari 2020 - 00:30 WIB
Tim Pengacara CFO Huawei...
Tim Pengacara CFO Huawei Lawan Ekstradisi AS di Pengadilan Kanada
A A A
VANCOUVER - Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou kembali ke pengadilan Vancouver, Kanada, pada Selasa (21/1) waktu setempat bersama tim pengacaranya untuk mengungkapkan argumen melawan permintaan ekstradisi Amerika Serikat (AS).

Meng, 47, telah mengikuti sidang tahap pertama di pengadilan Vancouver pada Senin (20/1) selama empat jam. Saat itu tim pengacaranya berargumen bahwa "kriminalitas ganda" menjadi pusat kasus itu. China berulang kali mendesak Kanada membebaskan Meng.

AS mendakwa Meng dengan kasus penipuan bank dan menuduh dia menyesatkan HSBC Holdings Plc tentang bisnis Huawei Technologies Co Ltd di Iran.

Pengadilan menunjukkan AS mengeluarkan surat perintah penangkapan sehingga Kanada bertindak pada Desember 2018 karena yakin Meng menutupi upaya perusahaan terkait Huawei untuk menjual peralatan pada Iran sehingga melanggar sanksi AS terhadap Teheran.

Pada Selasa (21/1) tim pengacara Meng memberikan jawaban atas pertanyaan Hakim Mahkamah Agung British Columbia J Holmes tentang apakah tuduhan penipuan bank oleh Meng terhadap HSBC dapat ditafsirkan sebagai penipuan jika terjadi di Kanada.

Meng yang merupakan putri miliarder pendiri Huawei Ren Zhengfei itu tetap bebas dengan jaminan di Kanada. Dia tinggal di rumah mewah di kawasan eksklusif Shaughnessy, Vancouver.

Meng menyatakan dirinya tidak bersalah dan melawan ekstradisi itu karena tindakannya tidak ilegal di Kanada. Argumen itu biasa disebut "kriminalitas ganda."

"Tidak seperti AS, Kanada tidak memiliki sanksi terhadap Iran saat para pejabat kanada mengizinkan dimulainya proses ekstradisi," papar tim pengacara Meng, dilansir Reuters.

"Kasus ini berdasarkan tuduhan pelanggaran sanksi AS, sanksi yang Kanada menyatakan menolaknya. Kenyataannya, pelanggaran sanksi jadi inti tuduhan pelanggaran. AS memiliki kepentingan global menerapkan sanksi pada Iran. Sanksi mengarahkan kasus ini," ujar pengacara Meng, Richard Peck pada pengadilan Kanada.
(sfn)
Berita Terkait
China: AS Menciptakan...
China: AS Menciptakan Diplomasi Sandera
Lebih dari 2 Tahun Ditahan,...
Lebih dari 2 Tahun Ditahan, Kanada Akhirnya Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou
Warga Kanada Minta PM...
Warga Kanada Minta PM Trudeau Bersikap Lebih Keras pada China
Keroyok China, Delapan...
Keroyok China, Delapan Negara Bentuk Aliansi Baru
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Kanada Balas Serangan...
Kanada Balas Serangan Tarif Trump, Pungut 25% Barang Impor dari AS
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
1 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
1 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
2 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
3 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved