Ahli Khawatirkan Tingkat Kecepatan Penyebaran Virus Misterius China

Selasa, 21 Januari 2020 - 02:03 WIB
Ahli Khawatirkan Tingkat...
Ahli Khawatirkan Tingkat Kecepatan Penyebaran Virus Misterius China
A A A
LONDON - Spesialis epidemi dan direktur penyakit menular di Wellcome Trust, Jeremy Farrar mengaku khawatir dengan kecepatan penyebaran virus misterius China. Wellcome Trust adalah sebuah badan amal yang fokus pada penelitian di bidang kesehatan yang berbasis di London, Inggris.

Farrar mengatakan, Wuhan, yang merupakan asal virus tersebut, adalah salah satu kota terbesar dan merupakan penghubung antara wilayah-wilayah di China dan juga China ke luar negeri. Dia menyebut, dengan tingginya mobilitas jelang Tahun Baru Imlek, dikhawatirkan penyebaran virus ini sulit untuk dikendalikan.

"Wuhan adalah penghubung utama dan dengan dengan bepergian adalah bagian besar dari Tahun Baru Imlek yang semakin dekat, tingkat kekhawatiran harus tetap tinggi. Masih banyak yang akan datang dari wabah ini," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (21/1/2020).

Sementara itu, Presiden China, Xi Jinping mengatakan menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa adalah prioritas. Pernyataan ini datang ketika jumlah pasien meningkat lebih dari tiga kali lipat dan adanya orang ketiga yang meninggal karena virus tersebut.

"Kehidupan dan kesehatan masyarakat harus diberi prioritas utama dan penyebaran wabah harus diatasi dengan tegas," kata Jinping dalam sebuah pernyataan.

Virus ini sendiri diketahui telah terdeteksi di luar China, tepatnya di Korea Selatan (Korsel). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korsel, mengatakan bahwa pasien itu adalah seorang wanita China berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan, China ke bandara internasional Incheon, akhir pekan lalu.

Para ahli medis sendiri masih berjuang untuk memahami jenis baru virus korona ini, tetapi kaitannya dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah memicu peringatan. SARS berasal dari China selatan pada tahun 2002 sebelum menyebar ke Hong Kong dan tempat lain di dunia yang menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.

Virus korona biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas mulai dari akut, sedang, hingga ringan seperti flu biasa. Namun, juga dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah, sehingga menyebabkan pneumonia atau bronkitis.
(esn)
Berita Terkait
Intelijen Inggris Fokus...
Intelijen Inggris Fokus Hadapi Ancaman Serangan Digital China
China Ancam Tolak Paspor...
China Ancam Tolak Paspor Nasional Luar Negeri Inggris
China pada Inggris:...
China pada Inggris: Tinggalkan Pemikiran Kolonial Kalian!
Inggris Sebut China...
Inggris Sebut China Coba Bangun Kekuatan Militer Maritim Terbesar di Dunia
China akan Balas Sanksi...
China akan Balas Sanksi Inggris Terkait UU Keamanan Hong Kong
China Tangguhkan Perjanjian...
China Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Inggris dan Australia
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
2 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
3 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
4 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
4 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved