Nama Presiden China Diterjemahkan Sinkhole, Facebook Minta Maaf

Senin, 20 Januari 2020 - 12:06 WIB
Nama Presiden China...
Nama Presiden China Diterjemahkan Sinkhole, Facebook Minta Maaf
A A A
YANGON - Facebook meminta maaf atas kesalahan penerjemahan nama Presiden China Xi Jinping secara vulgar. Platform media sosial yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini menerjemahkan Xi Jinping sebagai "sinkhole" yang secara harfiah bermakna "lubang kotoran".

Media sosial tersebut berdalih kesalahan teknis sebagai penyebabnya. Penerjemahan vulgar itu muncul ketika nama Xi Jinping diterjemahkan dari bahasa Burma atau Myanmar ke dalam bahasa Inggris.

Parahnya, momen itu terjadi pada hari kedua kunjungan Xi Jinping ke Myanmar yang menuai banyak pujian dari pihak negara Asia Tenggara tersebut. Xi dan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menandatangani lusinan perjanjian yang mencakup rencana infrastruktur besar di Myanmar yang didukung Beijing.

Kesalahan yang paling menonjol muncul di halaman Facebook resmi Aun San Suu Kyi, yang dipenuhi dengan tulisan "Mr Sinkhole" ketika nama "Mr Xi Jinping" diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris melalui fitur terjemahan otomatis Facebook.

"Mr Sinkhole, Presiden China tiba pukul 16.00 sore," bunyi pernyataan yang diterjemahkan Facebook. "Presiden China, Mr Sinkhole, menandatangani catatan tamu house of representative," lanjut pernyataan tersebut.

Tidak jelas berapa lama masalah ini bertahan di Facebook, tetapi fungsi terjemahan Google tidak menunjukkan kesalahan yang sama.

"Kami memperbaiki masalah teknis yang menyebabkan terjemahan yang salah dari (Bahasa) Burma ke Bahasa Inggris di Facebook," kata raksasa media sosial AS itu dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (19/1/2020).

"Ini seharusnya tidak terjadi dan kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan itu tidak terjadi lagi. Kami dengan tulus meminta maaf atas pelanggaran yang disebabkan ini," lanjut pihak Facebook.

Menurut perusahaan tersebut, sistem Facebook tidak memiliki nama Xi di database Bahasa Burma sehingga menebak dalam terjemahannya.

"Tes terjemahan kata-kata serupa yang dimulai dengan 'Xi' dan 'Shi' dalam Bahasa Burma juga menghasilkan 'Sinkhole'," imbuh pihak Facebook.

Facebook merupakan situs paling populer untuk berita, hiburan, dan mengobrol di Myanmar yang baru berkembang, di mana banyak orang bahkan melihatnya sebagai sinonim dengan internet. Politisi dan lembaga pemerintah juga menggunakannya untuk menyampaikan pernyataan dan pengumuman resmi.

Facebook telah menghadapi banyak masalah dengan terjemahan dari Bahasa Burma di masa lalu. Pada tahun 2018, situs ini pernah untuk sementara menghapus fitur terjemahan setelah laporan Reuters menunjukkan fitur itu menghasilkan hasil yang aneh.

Masalah lainnya, yakni sebuah penyelidikan mendokumentasikan bagaimana perusahaan itu gagal dalam upayanya memerangi posting-posting berbahasa Burma tentang krisis Rohingya di Myanmar. Dalam krisis Rohingya, sekitar 730.000 orang melarikan diri dari penumpasan militer brutal pada tahun 2017 yang menurut PBB dilakukan dengan "niat genosida".
(mas)
Berita Terkait
China Dituduh Ingin...
China Dituduh Ingin Senjata Nuklirnya Meneror Amerika Serikat
Bertemu, Xi Jinping...
Bertemu, Xi Jinping Sebut Henry Kissinger Teman Lama
Situasi Keamanan Tidak...
Situasi Keamanan Tidak Stabil, Jinping Minta Militer China Siap Siaga
Jinping: China Tidak...
Jinping: China Tidak Ingin Perang dengan Negara Manapun
Xi Jinping Dilaporkan...
Xi Jinping Dilaporkan Desak Militer China Bersiap untuk Perang dengan Barat
Trump dan Xi Jinping...
Trump dan Xi Jinping Bertemu, Pasar Kripto Global Konsolidasi
Berita Terkini
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
30 menit yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
1 jam yang lalu
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
2 jam yang lalu
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
3 jam yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
4 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved