Bertemu Jinping, Suu Kyi: China Selalu Jadi Teman Baik Myanmar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:32 WIB
Bertemu Jinping, Suu Kyi: China Selalu Jadi Teman Baik Myanmar
A
A
A
NAYPYITAW - Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi, bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Istana Presiden Myanmar. Pertemuan itu terjadi saat Jinping melakukan kunjungan ke Myanmar.
Dalam kesempatan itu, Suu Kyi mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan Jinping telah lama dinanti. Kunjungan yang dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek dan dilatarbelakangi peringatan 70 tahun hubungan kedua negara memiliki makna khusus.
Suu Kyi juga mengatakan bahwa Myanmar mengapresiasi dan menghargai dukungan yang besar dan jangka panjang China.
"Persahabatan 'persaudaraan' Paukphaw antara Myanmar dan China telah teruji oleh waktu, dan maknanya yang mendalam hanya bisa dihargai oleh kedua negara," kata Suu Kyi.
"China selalu menjadi teman baik bagi Myanmar dan kedua negara telah terikat bersama," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (18/1/2020).
Suu Kyi menambahkan bahwa Myanmar siap untuk terus berbagi rasa sakit dan luka serta membangun komunitas dengan berbagi masa dengan bersama China.
Suu Kyi mengatakan ia yakin bahwa kunjungan Xi Jinping akan mengantar perkembangan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Sementara itu, pada gilirannya Jinping mengatakan ia menghargai keramahan pemerintah Myanmar dan orang-orangnya.
Jinping mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke Myanmar sebagai presiden China dan perjalanan pertamanya ke luar negeri pada tahun 2020, di mana kedua negara akan merayakan dan meluncurkan serangkaian acara yang menandai peringatan ke-70 hubungan diplomatik China-Myanmar.
"Itu sangat penting," ucap Jinping.
Dikatakan oleh Jinping bahwa China akan setia mendukung pembangunan Myanmar dan siap mengkonsolidasikan serta memperdalam persahabatab "Paukphaw" antara kedua negara. China dan Myanmar akan terus memperkaya arus bawa serta bersama-sama membangun komunitas China-Myanmar dengan masa depan bersama.
Sebelum melakukan pembicaraan, Presiden Myanmar U Win Myint menjadi tuan rumah upacara penyambutan untuk menghormati Xi Jinping di Istana Presiden.
Dalam kesempatan itu, Suu Kyi mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan Jinping telah lama dinanti. Kunjungan yang dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek dan dilatarbelakangi peringatan 70 tahun hubungan kedua negara memiliki makna khusus.
Suu Kyi juga mengatakan bahwa Myanmar mengapresiasi dan menghargai dukungan yang besar dan jangka panjang China.
"Persahabatan 'persaudaraan' Paukphaw antara Myanmar dan China telah teruji oleh waktu, dan maknanya yang mendalam hanya bisa dihargai oleh kedua negara," kata Suu Kyi.
"China selalu menjadi teman baik bagi Myanmar dan kedua negara telah terikat bersama," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (18/1/2020).
Suu Kyi menambahkan bahwa Myanmar siap untuk terus berbagi rasa sakit dan luka serta membangun komunitas dengan berbagi masa dengan bersama China.
Suu Kyi mengatakan ia yakin bahwa kunjungan Xi Jinping akan mengantar perkembangan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Sementara itu, pada gilirannya Jinping mengatakan ia menghargai keramahan pemerintah Myanmar dan orang-orangnya.
Jinping mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke Myanmar sebagai presiden China dan perjalanan pertamanya ke luar negeri pada tahun 2020, di mana kedua negara akan merayakan dan meluncurkan serangkaian acara yang menandai peringatan ke-70 hubungan diplomatik China-Myanmar.
"Itu sangat penting," ucap Jinping.
Dikatakan oleh Jinping bahwa China akan setia mendukung pembangunan Myanmar dan siap mengkonsolidasikan serta memperdalam persahabatab "Paukphaw" antara kedua negara. China dan Myanmar akan terus memperkaya arus bawa serta bersama-sama membangun komunitas China-Myanmar dengan masa depan bersama.
Sebelum melakukan pembicaraan, Presiden Myanmar U Win Myint menjadi tuan rumah upacara penyambutan untuk menghormati Xi Jinping di Istana Presiden.
(ian)