Wajah Berkumis Dubes AS Jadi Sasaran Kemarahan Warga Korsel

Jum'at, 17 Januari 2020 - 22:01 WIB
Wajah Berkumis Dubes...
Wajah Berkumis Dubes AS Jadi Sasaran Kemarahan Warga Korsel
A A A
SEOUL - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Korea Selatan (Korsel) Harry Harris mendapat kritik dari petinggi pemerintahan Seoul karena menyarankan Korsel berkonsultasi dengan AS tentang kemungkinan membuka lagi pariwisata dengan Korea Utara (Korut).

Harris juga dikritik beberapa media lokal dan aktivis anti-AS terkait kumisnya yang disamakan dengan para pejabat era pemerintahan kolonial Jepang yang berkuasa di Korea pada 1910-1945.

AS dan Korsel berbeda pendapat dalam beberapa isu selama beberapa tahun terakhir, termasuk keinginan Presiden Korsel Moon Jae-in menjalin kerja sama ekonomi dengan Korut. AS juga meminta Korsel membayar miliaran dolar untuk mempertahankan pasukan AS di Korsel.

Harris menjelaskan pada media di Seoul pada Kamis (16/1) bahwa lebih baik bagi Korsel menjalin rencana apapun dengan Korut melalui grup kerja gabungan yang didirikan dengan AS untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu sanksi.

Pernyataan Harris itu memicu kecaman dari pejabat di Istana Biru kepresidenan Korsel pada Jumat (17/1).

"Sangat tidak tepat bagi dubes membuat komentar itu di media terkait pernyataan oleh presiden di negara tuan rumah," ungkap pejabat Korsel itu secara anonim pada Reuters.

Harris menjelaskan, Korsel merupakan negara berdaulatan dan menyatakan pariwisata tidak dilarang oleh sanksi internasional pada Korut. Tapi Harris menyatakan beberapa aspek program pariwisata dapat berpotensi terlibat masalah dengan sanksi.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel menolak berkomentar tentang pernyataan Harris. "Kebijakan terkait Korut dilakukan sesuai kedaulatan kami," papar pernyataan juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel.

Harris juga menyebut komentar publik tentang kumisnya. "Kumis saya, untuk beberapa lasan, telah menjadi poin daya tarik di sini. Saya memahami sejarah permusuhan antara kedua bangsa. Tapi saya bukan dubes Jepang-Amerika untuk Korea, saya dubes Amerika untuk Korea," papar Harris.
(sfn)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
53 menit yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
3 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
4 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved