Mengejutkan, Perdana Menteri Rusia Mundur Demi Ambisi Putin

Rabu, 15 Januari 2020 - 23:01 WIB
Mengejutkan, Perdana...
Mengejutkan, Perdana Menteri Rusia Mundur Demi Ambisi Putin
A A A
MOSKOW - Perdana Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev secara mengejutkan mengundurkan diri pada Rabu (15/1) setelah Presiden Vladimir Putin mengusulkan perubahan konstitusi yang dapat membuatnya memperpanjang kekuasaan.

PM Medvedev menyatakan dia mundur untuk untuk memberi Putin ruang untuk melakukan perubahan. Jika perubahan konstitusi itu terwujud, maka akan mengalihkan kekuasaan ke parlemen dan PM serta mungkin memungkinkan Putin, 67, untuk berkuasa dalam kapasitas lain setelah jabatannya sekarang berakhir pada 2024.

Medvedev yang merupakan aliansi lama Putin dan mantan presiden itu mengumumkan pengunduran dirinya di televisi nasional. Dia tampak duduk di samping Putin yang berterima kasih padanya atas kinerjanya selama ini.

Putin menjelaskan, Medvedev akan memegang jabatan baru sebagai deputi kepala Dewan Keamanan Rusia yang dipimpin Putin.

Perhatian publik sekarang mengarah pada siapa yang akan menjadi PM selanjutnya. Beberapa kandidat antara lain Walikota Moskow Sergei Sobyanin yang dianggap membawa perubahan di ibu kota.

Perubahan yang terjadi pada Rabu (15/1) ini dianggap banyak pihak sebagai awal persiapan Putin untuk masa depan ambisi politiknya sendiri saat dia melepas jabatan presiden pada 2024.

Siapa pun yang ditunjuk Putin sebagai PM akan dianggap sebagai presiden selanjutnya, seperti saat Putin mundur dari posisi presiden pada 2008 untuk menjadi PM di bawah Medvedev yang kemudian bergeser empat tahun kemudian untuk mengizinkan Putin kembali jadi presiden.

Berkuasa dengan satu dari dua peran sejak 1999, Putin akan melepas jabatan pada 2024, saat periode keempat kepresidenannya berakhir.

Dia belum menjelaskan apa rencananya saat masa jabatannya berakhir, tapi sesuai konstitusi sekarang yang membatasi maksimal dua periode berturut-turut, Putin dilarang maju lagi dalam waktu dekat.

Putin menjelaskan dalam pidato tahunan negara bangsa bahwa dia ingin mengubah konstitusi untuk memberi wewenang pada parlemen majelis rendah atau State Duma untuk memilih PM dan posisi kunci lainnya.

"Ada perubahan sangat serius pada sistem politik. Ini akan meningkatkan peran dan pentingnya parlemen, partai-partai di parlemen dan independensi serta tanggung jawab perdana menteri," ujar Putin.
(sfn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
56 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved