Koala dan Walabi Terancam Punah Akibat Bencana Ekologi Kebakaran

Selasa, 14 Januari 2020 - 04:01 WIB
Koala dan Walabi Terancam...
Koala dan Walabi Terancam Punah Akibat Bencana Ekologi Kebakaran
A A A
MELBOURNE - Pemerintah Australia berkomitmen mengucurkan dana USD34,58 juta (Rp473 miliar) untuk program pemulihan satwa liar darurat. Pemerintah menyebut krisis kebakaran itu sebagai "bencana ekologi" yang mengancam beberapa spesies termasuk koala dan walabi batu.

Kebakaran besar telah menghanguskan lebih dari 11,2 juta hektare lahan, hampir setengah wilayah Inggris, menghancurkan atua merusak habitat beberapa binatang endemik Australia.

Beberapa pihak menyebut sebanyak satu miliar binatang, termasuk ternak dan hewan peliharaan yang mati akibat kebakaran atau mati setelah kebakaran karena kekurangan makanan dan tempat berlindung.

"Ini telah menjadi bencana ekologi, bencana yang masih berlangsung," papar Menteri Keuangan Australia Frydenberg saat dia mengunjungi Rumah Sakit Koala Port Macquarie, tempat 45 koala dirawat akibat kebakaran.

Dia menambahkan, "Kami tahu bahwa flora dan fauna endemik kita telah sangat rusak."

Sejumlah gambar kanguru, koala, dan tupai yang terbakar, serta orang-orang yang membahayakan nyawanya untuk menyelamatkan binatang-binatang endemik itu menjadi viral di dunia.

Para perajut di penjuru dunia juga merespon seruan membuat ribuan kantong dan selimut pelindung untuk hewan-hewan liar yang terluka.

Divisi Australia untuk Worldwide Fund for Nature (WWF) telah menjelaskan pada pemerintah bahwa 13 binatang habitatnya telah hancur atau rusak parah. Mereka termasuk tiga spesies yang terancam punah yakni katak corroboree selatan, burung pemakan madu dan burung paruh bengkok tanah barat.

"Bagian yang sangat besar di wilayah yang penting seperti Daerah Warisan Dunia Gondwana Rainforestand Blue Mountains, dengan Australian Alps dan Stirling Ranges, Australia Barat, telah menderita bencana kebakaran," papar pernyatan WWF.

Binatang lain yang berisiko termasuk populasi koala di sepanjang wilayah tenggara, Kangaroo Island, kakaktua hitam mengkilat, potoroo kaki panjang, paruh bengkok tanah barat, kadal air Blue Mountains, burung bristlebird timur dan walabi batu ekor sikat.

Dalam Operasi Walabi Batu, tim tanam nasional menggunakan helikopter untuk menjatuhkan ribuan kilogram wortel dan kentang manis untuk walabi di wilayah terpencil di New South Wales (NSW).

"Penyediaan makanan tambahan ini salah satu strategi kunci yang kami lakukan untuk mendorong daya hidup mereka dan pemulihan spesies langka seperti walabi," ungkap Menteri Lingkungan NSW Matt Kean.
(sfn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
13 menit yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
22 menit yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
1 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
2 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
3 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved