Dua Kubu Bertikai di Libya Gelar Perundingan Damai di Moskow

Senin, 13 Januari 2020 - 21:01 WIB
Dua Kubu Bertikai di...
Dua Kubu Bertikai di Libya Gelar Perundingan Damai di Moskow
A A A
MOSKOW - Para pemimpin dari dua kubu yang bertikai di Libya menggelar perundingan damai di Moskow pada Senin (13/1) waktu setempat. Perundingan itu didampingi perwakilan dari Rusia dan Turki.

Perundingan berlangsung setelah gencatan senjata di Libya yang dimediasi Turki dan Rusia. Pertempuran antara kedua pihak terhenti pada Minggu (12/1) meski kedua pihak saling menuduh pihak lain melanggar gencatan senjata saat baku tembak berlangsung di sekitar ibu kota Tripoli.

"Negosiasi di Moskow akan dihadiri Komandan Tentara Nasional Libya (LNA) Khalifa Haftar dan Kepala Pemerintahan Persetujuan Nasional (GNA) Fayez al-Serraj yang berbasis di Tripoli," ungkap laporan kantor berita Rusia.

"Menteri luar negeri dan menteri pertahanan Rusia dan Turki juga akan terlibat dalam perundingan tersebut," papar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia seperti dilansir kantor berita Interfax.

Libya mengalami kekacauan sejak tergulingnya Muammar Gaddafi dan memiliki dua pemerintahan sejak 2014. Konflik antara pasukan kedua pihak telah merusak ekonomi Libya, memicu penyelundupan migran dan militansi serta mengacaukan suplai minyak.

Upaya perdamaian yang didorong Rusia dan Turki itu dilakukan lebih dari sembilan serangan gencar LNA ke Tripoli.

Turki mendukung Serraj yang memimpin GNA di Tripoli. Adapun para kontraktor militer rusia dikerahkan untuk mendukung pasukan LNA yang dipimpin Haftar.

Ditanya tentang para tentara bayaran itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan semua warga Rusia yang berjuang di Libya tidak mewakili kepentingan negara Rusia atau menerima dana dari negara.

Selama mengunjungi Moskow pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel berharap upaya Rusia dan Turki dapat menghentikan konflik di Libya.
(sfn)
Berita Terkait
Pakar: Turki Bisa Kerahkan...
Pakar: Turki Bisa Kerahkan Sistem Rudal S-400 Rusia di Libya
Rusia Diduga Kerahkan...
Rusia Diduga Kerahkan Sistem Rudal S-400 ke Libya
PBB Tuduh Rusia Dukung...
PBB Tuduh Rusia Dukung Tentara Bayaran Wagner Group di Libya
Turki Balik Tuding Prancis...
Turki Balik Tuding Prancis Mainkan Permainan Berbahaya di Libya
Turki Mulai Eksplorasi...
Turki Mulai Eksplorasi Minyak di Libya Meski Dikecam Negara Lain
Tentara Bayaran yang...
Tentara Bayaran yang Didukung Rusia Gali Parit Raksasa di Libya
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
4 menit yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
29 menit yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
51 menit yang lalu
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
1 jam yang lalu
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
1 jam yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved