Intelijen Israel di Balik Suksesnya AS Habisi Jenderal Soleimani

Senin, 13 Januari 2020 - 07:41 WIB
Intelijen Israel di...
Intelijen Israel di Balik Suksesnya AS Habisi Jenderal Soleimani
A A A
WASHINGTON - Intelijen Israel membantu Amerika Serikat (AS) dalam operasi yang mengakibatkan terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Peran intelijen negara Yahudi itu diungkap media Amerika.

Menurut laporan NBC News yang dilansir sejumlah media Israel, Minggu (12/1/2020), Israel menyerahkan rincian penting informasi intelijen kepada Amerika dalam operasi 3 Januari 2020 lalu.

Informasi dari rezim Zionis itu membantu mengonfirmasi laporan intelijen yang diberikan oleh informan di bandara Suriah bahwa Soleimani telah melakukan penerbangan malam hari dari Damaskus ke Baghdad. Laporan NBC News mengutip dua sumber yang mengetahui langsung tentang operasi serangan terhadap Soleimani. Para pejabat AS lainnya juga memberi pengarahan singkat tentang hal itu.

Setelah pesawatnya mendarat, itu masalah sederhana dalam menggunakan drone untuk melacak jenderal Iran tersebut keluar dari pesawat dan memasuki mobil, yang kemudian ditargetkan dengan empat rudal Hellfire.

Media Israel melaporkan sehari setelah serangan bahwa Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo telah memberi pengarahan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya tentang rencana AS untuk membunuh Soleimani.

Pompeo menelepon Netanyahu pada 1 Januari, seolah-olah mengucapkan terima kasih atas dukungan Israel dalam upaya memerangi Iran dan setelah serangan terhadap kedutaan AS di Irak. (Baca: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

Sebelum berangkat ke Athena keesokan paginya, Netanyahu menyinggung "hal yang sangat, sangat dramatis" yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kami tahu bahwa wilayah kami penuh badai; hal-hal yang sangat, sangat dramatis terjadi di dalamnya. Kami waspada dan sedang memantau situasi. Kami terus berhubungan dengan teman baik kami, AS, termasuk percakapan saya kemarin sore," katanya kepada wartawan di Bandara Internasional Ben Gurion.

Beberapa jam kemudian, Soleimani dan beberapa pejabat penting dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran tewas dalam serangan udara di Bandara Internasional Baghdad, bersama dengan seorang komandan milisi Irak yang didukung Iran.

The New York Times dalam laporannya hari Sabtu pekan lalu mengatakan Netanyahu adalah satu-satunya pemimpin non-AS yang muncul sebagai sosok yang mengetahui tentang operasi yang direncanakan sebelumnya itu.

Kantor berita Reuters melaporkan pada hari Kamis lalu bahwa serangkaian informan Suriah dan Irak diduga memberikan informasi kepada AS yang mengarah pada pembunuhan Soleimani.

Menurut laporan Reuters, para informan yang dicurigai—dua pegawai keamanan di bandara Baghdad dan dua pekerja di maskapai swasta Suriah; Cham Wings—memberikan informasi intelijen tentang penerbangan rahasia Soleimani dari Damaskus ke Baghdad. Laporan ini mengutip para pejabat keamanan, karyawan bandara Baghdad dan karyawan Cham Wings.

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat secara signifikan sejak AS melakukan serangan udara yang menewaskan Soleimani. Setelah pembunuhan itu, parlemen Irak memilih untuk menekan pemerintah agar mengusir pasukan AS dari negara itu dan Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi batas-batas perjanjian nuklirnya tahun 2015.

Pekan lalu, seorang mantan pemimpin Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa kota-kota Tel Aviv dan Haifa dapat ditargetkan untuk membalaskan kematian Soleimani. Dia sebelumnya menuduh bahwa Israel membocorkan informasi tentang keberadaan Soleimani kepada pasukan AS.

AS meluncurkan serangan udara yang menewaskan jenderal Iran setelah kontraktor pertahanan AS tewas dan beberapa tentara Amerika dan Irak terluka dalam serangan roket di Irak utara yang pada gilirannya diluncurkan sebagai pembalasan atas serangan udara AS yang menewaskan militan yang didukung Iran di beberapa situs di Suriah dan Irak. Pendukung kelompok militan kemudian masuk ke kedutaan besar AS di Baghdad.
(mas)
Berita Terkait
Khamenei Ingin Lenyapkan...
Khamenei Ingin Lenyapkan Zionis Israel, Netanyahu Marah
Netanyahu Desak Trump...
Netanyahu Desak Trump Serang Iran setelah Kalah Pemilu Presiden Amerika Serikat
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Netanyahu Klaim Serangan...
Netanyahu Klaim Serangan Israel Lumpuhkan Produksi Rudal Iran
Khamenei Sebut Perang...
Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump
Menteri Intelijen Iran:...
Menteri Intelijen Iran: Musuh-musuh Mencoba Membunuh Ayatollah Khamenei
Berita Terkini
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
49 menit yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
1 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
4 jam yang lalu
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
4 jam yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved