Biaya Hidup Termahal, Hong Kong Krisis Lahan Pemakaman

Sabtu, 11 Januari 2020 - 11:35 WIB
Biaya Hidup Termahal,...
Biaya Hidup Termahal, Hong Kong Krisis Lahan Pemakaman
A A A
HONG KONG - Hong Kong menjadi salah satu kota dengan biaya kehidupan termahal di dunia. Ironisnya, masyarakat setempat tidak hanya harus berjuang keras dalam memiliki rumah saat masih hidup, tapi juga saat meninggal dunia.

Saat ini, Hong Kong menghadapi krisis lahan pemakaman. Tahun lalu, sekitar 200 ribu jenazah juga harus masuk daftar tunggu. Warga lokal menyatakan biaya hidup di Hong Kong lebih murah dibanding biaya mati. Faktanya, pemakaman pribadi di Hong Kong dapat dibanderol hingga HKD280 ribu (Rp496 juta) per meter persegi.

Beberapa pemakaman elite bangsawan juga memiliki banderol yang lebih fantastis. Harga satu makam dilaporkan dapat mencapai HKD1,8 juta (Rp3,1 miliar) hingga HKD5 juta (Rp8,8 miliar) per meter persegi. Masyarakat yang tidak mampu membayar biaya pemakaman pribadi terpaksa menunggu hingga sekitar empat tahun.

Pemerintah Hong Kong berupaya mengatasi masalah ini dengan menerapkan regulasi yang ketat kepada operator kolumbarium sawsta. Maklum, sebelumnya, banyak warga yang mengeluh karena mereka merasa dieksploitasi. Namun, sejauh ini, hanya separuh operator swasta yang memenuhu kualifikasi yang ditetapkan.

“Dengan kondisi seperti ini, kolumbarium swasta lama-lama akan memperoleh izin. Saya yakin harganya akan terus naik karena kami mengadopsi pasar bebas,” kata Kepala Asosiasi Bisnis Pemakaman Hong Kong, Kwok Hoi Pong seperti dikutip The Guardian. “Kami memperkirakan kenaikkannya sekitar 30%.”

Belakangan ini, dua kolumbarium publik telah dibangun di Hong Kong. Salah satunya Floating Eternity yang dapat menampung hingga 370 kolumbarium. Namun, pembangunan itu masih belum cukup. Akibatnya, sejumlah warga Hong Kong mencoba alternatif lain dengan mencari lahan pemakaman di Makau atau China.

Dengan populasi yang terus menuai, jumlah jenazah yang masuk daftar tunggu kemungkinan akan meningkat dua kali lipat pada 2023. Menurut perusahaan pemakaman Kenneth Leung Ka-keung, Leung Chun Woon Kee, krisis pemakaman merupakan isu yang kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Pemerintah Hong Kong tidak memiliki rencana seusai 2022,” ujar Woon Kee kepada South China Morning Post. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Warga Hong Kong Peringati...
Warga Hong Kong Peringati Setahun Bentrok Demonstran-Polisi
Demonstran Hong Kong...
Demonstran Hong Kong Gelar Aksi di Dalam Mall
Pengunjuk Rasa Hong...
Pengunjuk Rasa Hong Kong Tolak RUU Keamanan Baru
Aktivis Demokrasi Hong...
Aktivis Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Ditangkap
Setahun, 117 Orang Ditangkap...
Setahun, 117 Orang Ditangkap di Bawah Undang-undang Keamanan Hong Kong
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved