DPR AS Hendak Cabut Wewenang Trump Gelar Perang Lawan Iran

Jum'at, 10 Januari 2020 - 16:30 WIB
DPR AS Hendak Cabut...
DPR AS Hendak Cabut Wewenang Trump Gelar Perang Lawan Iran
A A A
WASHINGTON - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menggelar voting pada Kamis (9/1) waktu setempat untuk menghentikan Presiden AS melancarkan aksi militer lebih lanjut terhadap Iran.

Langkah DPR dilakukan saat Timur Tengah semakin memanas setelah AS membunuh seorang komandan militer Iran dan Teheran membalas dengan serangan rudal.

Resolusi yang disetujui dengan 224 suara mendukung dan 194 suara menolak itu dikeluarkan di DPR yang dikontrol Partai Demokrat. Hampir semua anggota DPR dari Partai Republik menolak resolusi itu. Resolusi itu bertujuan menghentikan wewenang perang Trump untuk menggunakan pasukan militer melawan Iran tanpa persetujuan Kongres.

Saat ini resolusi itu dibawa ke Senat yang dikontrol Partai Republik dan akan mendapat perlawanan berat dari para pendukung Trump.

Voting di DPR dilakukan hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan komandan militer Iran Qassem Soleimani dibunuh oleh drone AS di Irak pekan lalu karena dia berencana meledakkan Kedutaan Kesar (Kedubes) AS.

Kemudian, saat pawai kampanya di Toledo, Ohio, Trump menyatakan komandan pasukan elit Quds Iran itu berencana menyerang Kedubes AS. "Soleimani secara aktif merencanakan serangan baru dan dia meliaht sangat serius di kedubes kita dan tidak hanya kedubes di Baghdad, tapi kita menghentikan dia dan kami menghentikan dia dengan cepat dan kami menghentikan dia dingin," papar Trump.

Pernyataan Trump itu semakin menjelaskan gambaran intelijen yang membuat Trump memutuskan membunuh Soleimani dan mengacaukan rencananya akan lebih baik dibandingkan apa yang akan dihadapi Washington jika rencana itu terwujud.

Juru bicara Gedung Putih menganggap langkah DPR konyol dan memiliki motif politik. "Langkah itu dapat merusak kemampuan AS melindungi warga AS yang Iran terus berupaya melukai," papar pernyataan kebijakan pemerintah AS, dilansir Reuters.

Jika resolusi itu disahkan Senat, langkah itu tidak memerlukan tanda tangan Trump untuk dapat berlaku.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
21 menit yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
1 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
2 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved