Filipina Izinkan Warganya Tetap Tinggal di Iran dan Lebanon

Kamis, 09 Januari 2020 - 15:27 WIB
Filipina Izinkan Warganya...
Filipina Izinkan Warganya Tetap Tinggal di Iran dan Lebanon
A A A
MANILA - Filipina tidak lagi mengharuskan warganya meninggalkan Iran dan Lebanon saat kekhawatiran terjadinya konflik lebih luas di Timur Tengah telah mereda. Namun perintah evakuasi untuk para pekerja di Irak masih berlaku.

Menteri Lingkungan Filipina Roy Cimatu terbang ke Qatar pada Kamis (9/1) untuk mengawasi upaya evakuasi warganya. "Situasi tak dapat diprediksi, kadang di sana ada beberapa serangan rudal sangat mengejutkan," ujar dia, dilansir Reuters.

"Mereka memiliki pilihan untuk menekan pelatuk. Kami harus siap jiak di sana akan terjadi beberapa insiden," papar dia.

Lebih dari 2 juta warga Filipina hidup dan bekerja di Timur Tengah. Mereka biasa mengirim uang miliaran dolar per tahun ke Filipina.

Ada lebih dari 30.000 warga Filipina di Lebanon dan lebih dari 1.000 orang di Iran, tidak termasuk pekerja yang tanpa dokumen.

Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mundur dari potensi perang skala besar di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump merespon serangan Iran di Irak dengan sanksi baru, dan bukan balasan serangan militer.

Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Filipina Eduardo Menez menaytakan pemerintah siap merespon setiap perubahan situasi di kawasan dan akan membantu warganya yang ingin kembali ke negara asal.

"Level kewaspadaan terus ditinjau dan disesuaikan sesuai kebutuhan," papar Menez.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
31 menit yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
1 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
2 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
4 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved