China Luncurkan Rudal Hipersonik DF-26 yang Bisa Hantam AS

Kamis, 09 Januari 2020 - 02:52 WIB
China Luncurkan Rudal...
China Luncurkan Rudal Hipersonik DF-26 yang Bisa Hantam AS
A A A
BEIJING - China telah melenturkan otot militernya dengan meluncurkan rudal hipersonik DF-26 dalam sebuah latihan militer yang mengerikan. Misil yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini memiliki kemampuan untuk menghantam wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik.

Militer China tak mengungkap lokasi dan kapan peluncuran misil hipersonik itu dilakukan. Namun, rekaman video yang dirilis media pemerintah hari Rabu menunjukkan DF-26 melesat dan meledak di langit setelah diluncurkan dari landasan peluncuran mobile.

Rekaman itu dirilis oleh Pasukan Roket, bagian dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang menangani persenjataan rudal masif militer Presiden Xi Jinping.

"Roket ini naik ke langit seperti naga raksasa yang menyala, menembus kabut dan awan, dan menyerbu ke arah ruang yang luas," kata Pasukan Roket PLA dalam rilisnya, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (9/1/2020).

DF-26 atau Dongfeng-26 dapat mencapai kecepatan maksimum Mach 18 atau 18 kali lebih cepat dari kecepatan suara. Misil ini mampu melakukan perjalanan 2.000 mil, kemampuan yang cukup untuk menjangkau pangkalan militer Amerika Serikat di Guam. Senjata Beijing ini dijuluki sebagai misil "Guam Killer".

Misil itu dapat membawa hulu ledak konvensional atau pun nuklir, dan satu variannya dilaporkan mampu menghancurkan kapal induk di laut terbuka.

Senjata China ini muncul pertama kali di depan umum pada September 2015, yakni selama parade militer di Beijing untuk menandai peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

Media China sebelumnya mengatakan negara itu tidak berencana untuk menggunakan rudal tersebut kecuali Beijing diprovokasi. Beijing dilaporkan memiliki sekitar 2.500 unit rudal jarak DF-26.

"DF-26 adalah generasi baru dari rudal balistik jarak menengah China yang mampu menargetkan kapal-kapal menengah dan besar di laut," tulis Global Times."(Misil) ini dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir."

Rudal itu bersifat balistik, artinya dapat meningkatkan hulu ledaknya tinggi ke tepi ruang angkasa sebelum terjun dengan kecepatan sangat tinggi menuju target.

Tidak seperti rudal jelajah jarak pendek konvensional, DF-26 semestinya tidak akan diposisikan dekat dengan targetnya.

Sebaliknya, stasiun televisi pemerintah China; CCTV, melaporkan bahwa senjata itu dipasang pada truk-truk yang diposisikan di pos terdepan yang jauh.
(mas)
Berita Terkait
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Makin Panas, China Usir...
Makin Panas, China Usir Kapal Rudal AS di Laut China Selatan
Militer AS Akui Intip...
Militer AS Akui Intip Latihan Militer China di LCS
Bela Filipina, Militer...
Bela Filipina, Militer AS Janji Lawan Perilaku Agresif China
Bertindak Agresif, AS...
Bertindak Agresif, AS dan Jepang Ancam 'Tekan' China
Rudal China Bisa Bunuh...
Rudal China Bisa 'Bunuh' Kapal Induk AS di Laut China Selatan, Kapan Saja
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved