Warga Iran di AS: Kematian Soleimani Buka Pintu Para Pembangkang

Rabu, 08 Januari 2020 - 10:01 WIB
Warga Iran di AS: Kematian...
Warga Iran di AS: Kematian Soleimani Buka Pintu Para Pembangkang
A A A
CULVER CITY - Kematian jenderal top Iran Qassem Soleimani dapat membuka "jendela" bagi para pembangkang untuk menantang pemerintahan yang melemah di Teheran. Penilaian itu diungkapkan pemimpin pro-demokrasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Soleimani tewas dalam serangan rudal yang ditembakkan drone AS ke kendaraan yang ditumpanginya saat meninggalkan bandara Baghdad, Irak, pekan lalu. Serangan mengejutkan pada tokoh yang membangun jaringan milisi bersenjata di penjuru Timur Tengah itu menjatuhkan wilayah itu dalam krisis baru dan potensi perang besar.

"Ini sudah lama terlambat," ungkap Nasser Sharif, presiden Masyarakat California untuk Demokrasi di Iran saat wawancara dengan Reuters. Sharif menjelaskan, Soleimani menggunakan taktik represif pada rakyat Iran, menebar ketakutan melalui Pasukan Quds dan mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dia menyatakan, "Soleimani mendorong agenda memperluas teror di penjuru Timur Tengah. Dia bertanggung jawab atas kematian ribuan orang. Saat komunitas kita di sini mendengar kabar ini ini mengejutkan."

California Selatan menjadi tempat tinggal terbesar warga Iran di luar negeri. "Ratusan keturunan Iran-Amerika pro-demokrasi akan bertemu pada Sabtu (11/1) untuk membahas perkembangan lebih lanjut setelah kematian Soleimani," kata Sharif.

Soleimani dianggap sebagai pahlawan nasional bagi banyak warga Iran tapi dianggap tokoh berbahaya bagi Barat yang menentang meluasnya pengaruh Iran di Timur Tengah.

Sharif menjelaskan, para pembangkang di dalam dan luar Iran menganggap kepemimpinan di Teheran rentan, lemah secara keuangan dan dianggap represif oleh Barat. Kematian Soleimani pun dianggap sebagai peluang untuk munculnya pemberontakan demokratis.

"Ini mungkin membuka jendela bagi demonstran Iran untuk keluar ke jalanan lagi. Organisasi kami tidak ingin perang. Kami ingin perubahan oleh rakyat Iran," papar Sharif.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
19 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved