Terungkap, Agen Mossad Berteman dengan Teroris yang Jadi Targetnya

Rabu, 25 Desember 2019 - 14:48 WIB
Terungkap, Agen Mossad...
Terungkap, Agen Mossad Berteman dengan Teroris yang Jadi Targetnya
A A A
TEL AVIV - Salah satu agen top Mossad Israel yang terlibat dalam pembunuhan pentolan teroris "Black September", Ali Hassan Salameh, untuk pertama kalinya berbicara dengan media setelah beberapa dekade pembunuhan tersebut. Dia mengaku melanggar perintah Mossad untuk tidak berteman dengan target.

Salameh adalah warga Palestina yang jadi dalang penculikan dan pembantaian 11 atlet Olimpiade Israel di Munich, Jerman Barat, tahun 1972. Mata-mata Mossad yang berbicara kepada Channel 13 ini hanya bersedia ditulis dengan "Agen D". Penampilannya yang disamarkan telah tayang dalam program "Reshimat Hisul" Channel 13 pada Senin lalu.

Ketika agen D dikirim untuk menguntit dalang pembantaian Munich, dia diperintahkan untuk tidak melakukan kontak dengan target. Faktanya, dia melanggar aturan itu, termasuk berteman dengan target yang kemudian dia bunuh.

Selama berteman dekat dengan Salameh, agen D tinggal di Beirut dan Damaskus dengan nama dan identitas palsu selama enam. Selama enam tahun itu, dia menyamar di negara orang sembari merancang operasi pembunuhan terhadap Salameh.

Pembantaian "Black September" bermula ketika pada September 1972, kelompok militan asal Palestina menculik 11 atlet Olimpiade Israel yang sedang mengikuti ajang Olimpiade di Munich. Para militan menyiksa—dan setidaknya dalam satu kasus; mengebiri—dan membunuh 11 anggota tim Israel.

Berselang 6,5 tahun kemudian, Salameh tewas dalam ledakan bom mobil di Beirut. Itu sebenarnya operasi Mossad yang melibatkan agen D.

Rincian operasi pembunuhan terhadap Salameh tetap dirahasiakan Mossad dari publik. Agen D mengaku menjadi salah satu dari tiga agen yang terlibat dalam operasi itu.

Selama pekerjaannya yang menyamar di Lebanon dan Suriah, agen D telah diarahkan untuk mengamati Salameh dari kejauhan. Namun, dia sengaja melangkah lebih jauh dengan menjadi teman dekat Salameh.

"Mungkin saja kita memiliki banyak kesamaan,” kata agen D. "Dia pintar, kuat, orang yang cerdas, tetapi sejauh yang saya ketahui, dia adalah orang mati (rasa). Mungkin dia luar biasa, tapi saya tidak bisa lupa bahwa dia membantai 11 atlet Israel di depan seluruh dunia," ujarnya, seperti dikutip Israel National News, kemarin.
(mas)
Berita Terkait
Ketika Terduga Agen...
Ketika Terduga Agen Mossad Berkeliaran di Malaysia
Saksi Mata Operasi Badai...
Saksi Mata Operasi Badai al-Aqsa Hamas: Ini Kegagalan Intelijen dan Militer Israel Skala Besar
Sejarah Mossad, Badan...
Sejarah Mossad, Badan Intelijen Terkuat Israel
Polisi Turki Tangkap...
Polisi Turki Tangkap 33 Mata-mata Mossad dalam Operasi Besar-besaran
Intelijen Israel Gagal...
Intelijen Israel Gagal Memprediksi Operasi Badai Al-Aqsa, Kenapa?
Jenderal Israel Ini...
Jenderal Israel Ini Bos Baru Mossad, Belum Pernah Kerja di Bidang Intelijen
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
3 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
6 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
7 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
8 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved