Xi Jinping Telpon Trump: AS Intervensi Masalah Internal China
Sabtu, 21 Desember 2019 - 22:01 WIB
Xi Jinping Telpon Trump: AS Intervensi Masalah Internal China
A
A
A
BEIJING - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden China Xi Jinping. Trump mengklaim ada kemajuan dalam berbagai isu, mulai dari perdagangan hingga Korea Utara (Korut) dan Hong Kong.
Namun China menyatakan Xi menuduh AS intervensi masalah internal Beijing. Kedua pemimpin berbicara sepekan setelah utusan mereka menyetujui kesepakatan "Fase 1" di ujung perang dagang yang mengguncang pasar dan meningkatkan ketegangan bilateral.
Trump mengumumkan percakapan telepon itu dalam tweet. Pejabat Gedung Putih menyatakan Trump dan Xi bicara pada Jumat (20/12) pagi waktu lokal. CCTV menyatakan Xi bicara dengan Trump atas permintaan presiden AS.
"Memiliki percakapan sangat bagus dengan Presiden China Xi terkait Kesepakatan Dagang raksasa kita. China telah memulai pembelian skala besar produk agrikultur dan lainnya. Penandatanganan resmi akan ditetapkan. Juga bicara tentang Korut, tempat kita bekerja sama dengan China, dan Hong Kong (maju!)," tweet Trump.
Kantor berita Xinhua menyatakan Xi mengatakan pada Trump bahwa China sangat terusik dengan kata-kata dan perilaku negatif AS dalam berbagai isu terkait Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.
"Aksi-aksi itu telah intervensi dalam masalah internal China, merusak kepentingan China dan merusak rasa saling percaya dan kerja sama antara dua pihak," papar laporan Xinhua.
AS menyerukan penutupan kamp-kamp penahanan massal di Xinjiang dan mengkhawatirkan perlakuan para demonstran di Hong Kong.
Xinhua melaporkan, Xi berharap Trump menerapkan konsensus penting yang tercapai selama percakapan dan pertemuan serta memberi perhatian pada kekhawatiran China serta mencegah gangguan hubungan bilateral dan agenda penting.
Namun China menyatakan Xi menuduh AS intervensi masalah internal Beijing. Kedua pemimpin berbicara sepekan setelah utusan mereka menyetujui kesepakatan "Fase 1" di ujung perang dagang yang mengguncang pasar dan meningkatkan ketegangan bilateral.
Trump mengumumkan percakapan telepon itu dalam tweet. Pejabat Gedung Putih menyatakan Trump dan Xi bicara pada Jumat (20/12) pagi waktu lokal. CCTV menyatakan Xi bicara dengan Trump atas permintaan presiden AS.
"Memiliki percakapan sangat bagus dengan Presiden China Xi terkait Kesepakatan Dagang raksasa kita. China telah memulai pembelian skala besar produk agrikultur dan lainnya. Penandatanganan resmi akan ditetapkan. Juga bicara tentang Korut, tempat kita bekerja sama dengan China, dan Hong Kong (maju!)," tweet Trump.
Kantor berita Xinhua menyatakan Xi mengatakan pada Trump bahwa China sangat terusik dengan kata-kata dan perilaku negatif AS dalam berbagai isu terkait Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.
"Aksi-aksi itu telah intervensi dalam masalah internal China, merusak kepentingan China dan merusak rasa saling percaya dan kerja sama antara dua pihak," papar laporan Xinhua.
AS menyerukan penutupan kamp-kamp penahanan massal di Xinjiang dan mengkhawatirkan perlakuan para demonstran di Hong Kong.
Xinhua melaporkan, Xi berharap Trump menerapkan konsensus penting yang tercapai selama percakapan dan pertemuan serta memberi perhatian pada kekhawatiran China serta mencegah gangguan hubungan bilateral dan agenda penting.
(sfn)