Panglima Militer Rusia: NATO Latih Pasukannya untuk Konflik Besar

Rabu, 18 Desember 2019 - 09:55 WIB
Panglima Militer Rusia:...
Panglima Militer Rusia: NATO Latih Pasukannya untuk Konflik Besar
A A A
MOSKOW - Meningkatnya intensitas dan skalan latihan militer NATO pimpinan Amerika Serikat (AS) di Baltik dan Laut Hitam menunjukkan aliansi itu sedang mempersiapkan konflik militer yang dahsyat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Staf Militer Rusia, Jenderal Valery Gerasimov.

Saat memberikan pengarahan pada atase militer asing di Moskow, Gerasimov mengatakan peningkatan latihan perang skala besar NATO di wilayah Baltik, Polandia, dan Laut Hitam menunjukkan bahwa mereka bersiap menghadapi konfrontasi besar.

"Skenario (latihan) menunjukkan bahwa NATO sengaja melatih pasukannya untuk terlibat dalam konflik militer yang besar," katanya seperti dikutip dari Russia Today

Gerasimov menunjukkan bahwa selain 'melenturkan otot' militernya di sekitar perbatasan Rusia, AS terus mengerahkan sistem rudal anti-balistiknya ke Eropa, yang dianggap Moskow sebagai ancaman akut bagi keamanan nasionalnya.

"Selain itu, ada kampanye kotor yang sedang berlangsung tentang 'ancaman militer Rusia' yang ditujukan untuk menjelek-jelekkan Moskow," kata jenderal top Rusia itu.

"Setiap peningkatan militer yang diupayakan oleh Rusia, transparan dan defensif, sedang diputar oleh media Barat dan pemerintahnya sebagai ancaman terhadap perdamaian," tambahnya.

Rusia tidak berdiam diri menghadapi serangan militer AS dan NATO dan telah mengembangkan senjata mutakhir baru yang dapat mem-bypass pertahanan udara yang ada. Salah satunya adalah Kinzhal, rudal hipersonik yang diluncurkan udara. Gerasimov mengkonfirmasi bahwa rudal telah berhasil menyelesaikan serangkaian tes, termasuk di Kutub Utara.

Ketika ditanya apakah ia yakin perang besar dapat pecah pada tahun 2050, Gerasimov mengatakan bahwa tidak ada prasyarat langsung untuk perang besar-besaran meskipun situasinya tidak stabil karena tekanan politik, ekonomi dan informasi yang ditempatkan pada aktor independen seperti Rusia.

Namun, ia mencatat bahwa mengingat ketidakpastian saat ini di dunia, itu bisa berubah dalam semalam.

"Dalam kondisi seperti itu, kita tidak dapat mengesampingkan bahwa krisis yang muncul mungkin keluar dari kendali dan berkembang menjadi konflik militer berskala besar," ujarnya.

"Mempertimbangkan hal itu, sangat penting untuk meredakan ketegangan yang menumpuk antara Barat dan Rusia sehingga permusuhan tidak mengarah pada insiden militer yang berbahaya," kata Gerasimov, menggambarkannya sebagai area terpenting dalam dialog antara Rusia dengan AS dan NATO.
(ian)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Prajurit Rusia Terlalu...
Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
23 menit yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
1 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
2 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
10 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
13 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved