Assad: AS Mencuri Minyak Suriah lalu Dijual ke Turki

Senin, 16 Desember 2019 - 16:04 WIB
Assad: AS Mencuri Minyak...
Assad: AS Mencuri Minyak Suriah lalu Dijual ke Turki
A A A
DAMASKUS - Presiden Bashar al-Assad menuduh Amerika Serikat (AS) mencuri minyak Suriah dan menjualnya kepada Turki. Dia menganggap kelakuan Washington sama seperti ISIS sebagai pencuri minyak milik Republik Arab Suriah.

Menurutnya, ribuan tentara Amerika, termasuk staf dari perusahaan swasta, saat ini masih menduduki wilayah yang luas di Suriah.

"Sebelum Amerika, pada masa-masa awal Jabhat al-Nusra menggunakan sumur-sumur (minyak) ini; setelah Daesh (ISIS) datang dan mengusir al-Nusra—atau lebih tepatnya ketika bergabung dengan al-Nusra dan mereka semua menjadi Daesh—mereka juga mencuri dan menjual minyak. Kemana? Dulu dijual melalui Turki. Sekarang Amerika yang mencuri minyak dan menjualnya ke Turki," kata Assad, seperti dikutip Sputniknews, Senin (16/12/2019).

Presiden yang jadi sekutu Rusia ini menegaskan bahwa Washington bergantung pada teroris di Suriah. Menurutnya, pasukan Amerika akan meninggalkan Suriah ketika tidak akan ada prospek kehadiran Amerika setelah negara itu dibebaskan dari kelompok teroris.

Assad mengatakan saat ini setidaknya ada beberapa ribu tentara Amerika dan tentara bayaran yang bertempur di negaranya.

"AS sangat bergantung pada perusahaan militer swasta yang mirip dengan PMC Blackwater dalam perang ini. Jadi, bahkan jika mereka memiliki beberapa ratus tentara Amerika di Suriah, mereka masih memiliki beberapa ribu—bahkan mungkin puluhan ribu warga sipil yang bekerja untuk PMC (Private Military Contractor) ini dan berperang di Suriah. Karena itu, angka pastinya sulit ditentukan, tetapi pasti beberapa ribu orang," papar Assad.

Pada akhir Oktober, militer Rusia merilis laporan terperinci tentang kegiatan penyelundupan minyak oleh AS di Suriah. Laporan itu diperkuat dengan bukti data intelijen satelit. Menurut laporan itu, Pentagon, CIA, dan kontraktor militer swasta sepakat untuk terlibat dalam operasi penyelundupan minyak dengan Kurdi dan perusahaan minyak yang dikendalikan AS. Operasi itu menghasilkan keuntungan lebih dari USD30 juta per bulan.

Pada 2011, produksi minyak Suriah mencapai sekitar 375.000 barel per hari, namun, produksi telah menurun secara dramatis sejak itu karena perang saudara.

Situasi menjadi lebih buruk ketika kelompok teroris ISIS menduduki wilayah Suriah timur, di mana sekitar tiga perempat dari cadangan minyak terkonsentrasi. ISIS menggunakan pendapatan dari penjualan minyak untuk memicu kampanye teror mereka.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
AS Kirim Konvoi Terbesar...
AS Kirim Konvoi Terbesar ke Suriah sejak Jatuhnya Assad
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Assad: Keseimbangan...
Assad: Keseimbangan Militer Global Butuh Peran Rusia
Pengakuan Trump : Ingin...
Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Perjalanan Mohammed...
Perjalanan Mohammed al-Julani Tumbangkan Assad hingga Jadi Buronan Amerika, Diburu Rezim dan Dikhianati ISIS
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
2 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
3 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved