Rusia Prihatin AS Uji Coba Rudal Terlarang

Sabtu, 14 Desember 2019 - 05:46 WIB
Rusia Prihatin AS Uji...
Rusia Prihatin AS Uji Coba Rudal Terlarang
A A A
MOSKOW - Rusia prihatin dengan uji coba rudal jelajah berbasis darat yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Rudal jenis itu sebelumnya dilarang berdasarkan pada Perjanjian Nuklir Jarak Menengah atau INF.

Hal itu diungkapkan Direktur Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata Departemen Luar Negeri Rusia Vladimir Yermakov.

Yermakov mengatakan uji coba itu dilakukan hanya beberapa bulan setelah AS keluar dari Perjanjian INF, yang menunjukkan bahwa Washington telah mulai mengembangkan senjata yang dilarang oleh perjanjian itu sejak lama seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu (14/12/2019).

Sebelumnya Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada hari Kamis Angkatan Udaranya telah melakukan uji terbang prototipe rudal balistik berbasis darat yang dikonfigurasi secara konvensional dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California.

"Rudal itu terbang lebih dari 500 km sebelum berakhir di laut terbuka," kata pernyataan itu. (Baca: AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat )

Uni Soviet, kini Rusia, dan AS menandatangani Perjanjian INF pada tahun 1987. Perjanjian ini melarang memiliki, mengembangkan, dan menguji coba rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan 500-5.500 km.

Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow dan Washington saling menuduh telah melanggar perjanjian di tengah meningkatnya ketegangan. Kedua negara itu secara resmi menarik diri dari perjanjian INF pada Agustus.
(ian)
Berita Terkait
Pompeo: Obama Buat AS...
Pompeo: Obama Buat AS Dalam Bahaya dengan Patuhi Perjanjian INF
Putin Menarik Rusia...
Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika Serikat
Putin: Keputusan AS...
Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Trump: AS-Rusia Sedang...
Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 menit yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
3 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved