Filipina Akhiri Darurat Militer di Mindanao

Selasa, 10 Desember 2019 - 20:27 WIB
Filipina Akhiri Darurat...
Filipina Akhiri Darurat Militer di Mindanao
A A A
MANILA - Filipina akan mencabut undang-undang darurat militer di wilayah selatan Mindanao pada akhir bulan ini. Pencabutan itu merujuk pada iklim keamanan yang membaik dan ancaman ekstrimisme yang berkurang selama dua tahun setelah salah satu serangan yang diinspirasi oleh ISIS terbesar di Asia.

Darurat militer diberlakukan pada Mei 2017 sebagai tanggapan atas serangan mendadak di kota Marawi oleh pejuang lokal dan asing yang loyal pada ISIS. Pemberontak menguasai kota selama lima bulan, menangkal serangan udara harian dan serangan darat sebelum para pemimpin mereka dilaporkan tewas.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan Presiden Rodrigo Duterte mengindahkan nasihat dari seorang pejabat pertahanan terkemuka yang dengan suara bulat di belakang mengakhiri kekuasaan militer, dan yakin bahwa perintah dapat dipertahankan tanpanya.

"Orang-orang dari Mindanao yakin bahwa setiap ancaman besar yang baru jadi di wilayah ini akan dihancurkan sejak awal," kata Panelo seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/12/2019).

Langkah ini diharapkan akan disambut di seluruh Mindanao, sebuah wilayah berpenduduk 22 juta orang, di mana ancaman terbatas pada wilayah-wilayah yang sebagian besar penduduknya Muslim dengan sejarah kemiskinan, marginalisasi, dan pemberontakan separatis.

Meskipun pemerintah telah menyebutkan keberhasilan dalam membongkar jaringan-jaringan ekstremis, Filipina kini dihadapkan dengan ancaman baru yang menyeramkan dari aksi bom bunuh diri, yang sebelumnya tidak pernah terjadi di Filipina selatan.

Setidaknya ada lima percobaan bom bunuh diri yang berhasil atau sukses sejak Juli tahun lalu di kepulauan Sulu, menewaskan lebih dari 40 orang.

Mereka termasuk pemboman kembar dari sebuah gereja Jolo dan sebuah bom van yang diledakkan di sebuah pos pemeriksaan di Basilan. Pemboman yang lain menargetkan pos-pos militer.

Minoritas Muslim negara itu pada bulan Januari dengan suara bulat memilih untuk menciptakan daerah otonom baru di Filipina yang disebut Bangsamoro, yang akan memilih legislatif dan pemerintahannya sendiri dan bertujuan untuk mengakhiri kerusuhan dan ketidakadilan.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
1 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
1 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
2 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
3 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
4 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved