Beri Penghargaan Pendukung Penjahat Perang, Erdogan Kecam Akademi Nobel

Selasa, 10 Desember 2019 - 19:53 WIB
Beri Penghargaan Pendukung...
Beri Penghargaan Pendukung Penjahat Perang, Erdogan Kecam Akademi Nobel
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan menuduh akademi Nobel memberikan penghargaan atas pelanggaran hak asasi manusia dengan memberikan penghargaan hadiah Nobel Sastra kepada Peter Handke. Handke menuai kritik karena mendukung mantan pemimpin Serbi Slobodan Milosevic.

Turki mengatakan akan bergabung dengan Albania dan Kosovo dalam memboikot upacara penghargaan Nobel untuk memprotes terpilihnya Handke atas hadiah tersebut.

"Memberikan Hadiah Sastra Nobel kepada seorang rasis, yang menyangkal genosida di Bosnia dan membela para penjahat perang, pada 10 Desember, Hari Hak Asasi Manusia, tidak akan memiliki arti lain selain menghargai pelanggaran hak asasi manusia," kata Erdogan seperti dilanisir Reuters, Selasa (10/12/2019).

Pilihan akademi Nobel sendiri telah banyak dikritik.

Handke, yang kini berusia 77 tahun, menyatakan dukungannya kepada Milosevic dan berbicara pada pemakaman mantan presiden Serbia itu pada tahun 2006 setelah ia meninggal dalam tahanan selama persidangannya di pengadilan kejahatan perang PBB. (Baca: Pendukung Penjahat Perang Sabet Hadiah Nobel Sastra )

Milosevic didakwa dengan kejahatan perang sehubungan dengan kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan oleh pasukan Serbia di Bosnia, Kroasia dan Kosovo selama perang tahun 1990-an yang dipicu oleh disintegrasi Yugoslavia.

Pada hari Jumat, Handke menepis pertanyaan tentang dukungannya untuk Milosevic. Pada hari Selasa, ia secara resmi akan menyerahkan USD935.000 hadiah dari penghargaan Nobel Sastra dan kemudian menghadiri perjamuan Nobel.

Handke adalah penulis buku seperti "The Goalie's Anxiety at the Penalty Kick" dan "Slow Homecoming". Dia juga ikut menulis naskah film 1987 berjudul Wings of Desire.
(ian)
Berita Terkait
Peraih Nobel Sastra...
Peraih Nobel Sastra Asal Turki Kritik Hagia Sophia Menjadi Masjid
Hadiah Nobel Perdamaian...
Hadiah Nobel Perdamaian Jatuh ke Pelukan Program Pangan Dunia
Penemu Virus Hepatitis...
Penemu Virus Hepatitis C Raih Nobel Bidang Kesehatan
Kisah Perempuan Iran...
Kisah Perempuan Iran Narges Mohammadi, Peraih Nobel yang Jalani Hidup di Penjara
Perjuangkan Kebebasan...
Perjuangkan Kebebasan Berekspresi, Jurnalis Rusia dan Filipina Raih Nobel Perdamaian
Sabet Nobel Perdamaian,...
Sabet Nobel Perdamaian, Kremlin Sebut Muratov Jurnalis Pemberani
Berita Terkini
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
1 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
1 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
2 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
3 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
4 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved