Nyamuk Harimau Asia Jadi Ancaman Serius di Eropa

Selasa, 10 Desember 2019 - 06:05 WIB
Nyamuk Harimau Asia...
Nyamuk Harimau Asia Jadi Ancaman Serius di Eropa
A A A
BRUSSELS - Nyamuk harimau Asia yang dapat menularkan lebih dari 20 virus fatal memberi banyak mimpi buruk pada negara-negara Eropa. Hal itu disampaikan Soeren Metelmann, seorang ahli dari universitas yang berbasis di Liverpool, Inggris.

"Untuk negara-negara seperti Italia, Prancis dan Spanyol, ini sudah merupakan skenario yang sangat buruk. Mereka tidak dapat menghilangkan nyamuk harimau Asia lagi, mereka hanya mencoba mengurangi jumlah nyamuk dan meminimalkan efek," ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency.

"Nyamuk harimau Asia dapat menularkan lebih dari 20 virus berbeda, seperti demam berdarah, chikungunya, Zika, demam kuning, dan juga beberapa cacing filaria, seperti cacing jantung anjing," sambungnya.

Nyamuk jenis ini awalnya berkembang biak di iklim sub-tropis, seperti di China utara dan Jepang tengah, tetapi secara bertahap menyebar ke Amerika Utara dan Eropa menggunakan "mekanisme khusus".

"Spesies ini memiliki keuntungan, karena dapat bertelur khusus pada akhir tahun yang hanya bisa menunggu sampai musim dingin berakhir dan kemudian larva menetas ketika suhu lebih cocok di musim semi," paparnya.

Dia meramalkan bahwa krisis iklim yang menjulang, yang mengarah ke suhu yang lebih hangat, dapat memainkan peran dalam menyebarkan infeksi yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

"Pada suhu yang lebih hangat, ada lebih banyak nyamuk dan mereka menular jauh lebih cepat, yang mengarah ke kondisi sempurna untuk wabah. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa nyamuk ini telah menyebabkan dua wabah chikungunya dengan sekitar 300 dan 500 kasus di Italia, ditambah sejumlah kasus demam berdarah di Eropa selatan. Ada juga kasus Zika di Prancis tahun ini," ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit dan nyamuk lebih lanjut, ia menyarankan bahwa pengawasan aktif dan penyemprotan insektisida untuk membunuh larva dapat membantu mengurangi wabah.

"Saya pikir cara terbaik untuk menghindari kasus di Eropa adalah dengan membantu mengurangi jumlah kasus di daerah tropis. Jika ada lebih sedikit kasus di daerah tropis, lebih sedikit pelancong yang terinfeksi dan membawa penyakit ke Eropa," tambahnya.

Moritz Kraemer, seorang peneliti di bidang penyakit menular di Universitas Oxford mengatakan, ancaman dari nyamuk harimau Asia adalah sangat nyata dengan Amerika Selatan dan Afrika Timur butuh setidaknya 30 tahun untuk bebas dari dampaknya.

"Secara total, 197 negara diperkirakan akan melaporkan pada tahun 2080, dengan 20 negara tersebut melaporkan kehadiran nyamuk itu untuk pertama kalinya. Perubahan iklim secara fungsional mempengaruhi penyebaran nyamuk, karena mereka hidup lebih lama dan dapat berkembang di tempat-tempat yang sebelumnya terlalu dingin atau tidak cukup basah atau di perkotaan," ucapnya.

Kraemer selanjutnya mengatakan, bersama dengan efek perubahan iklim, penyebaran tidak membutuhkan adanya perjalanan manusia atau perdagangan yang dilakukan dari daerah endemik ke non-endemik.
(esn)
Berita Terkait
Taliban Minta Bantuan...
Taliban Minta Bantuan UE untuk Pertahankan Operasional Bandara Afghanistan
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Eropa Bersandar kepada...
Eropa Bersandar kepada Asia untuk Kebutuhan Baterai Mobil Listrik
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
12 menit yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
2 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
6 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
7 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
8 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved