Diam-diam, Militer Israel Latih Milisi Haftar Libya

Minggu, 08 Desember 2019 - 16:57 WIB
Diam-diam, Militer Israel...
Diam-diam, Militer Israel Latih Milisi Haftar Libya
A A A
TRIPOLI - Panglima perang Libya Khalifa Haftar diam-diam telah bertemu dengan para pejabat intelijen Israel. Pertemuan itu berujung pada pelatihan militer perang jalanan oleh Israel kepada para pendukung Haftar.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah sumber di Libya dan Mesir kepada New Arab Al Araby, Minggu (8/12/2019).

Menurut laporan itu, perjanjian kerja sama keamanan antara kedua belah pihak memunculkan Mesir yang mengoordinasikan pemindahan perwira khusus Israel ke wilayah yang dikuasai Haftar di Libya untuk melaksanakan pelatihan pada Agustus dan September 2019.

Tentara Nasional Libya (LNA) Haftar dan suku sekutunya, milisi dan tentara bayarannya saat ini terkunci dalam pertempuran untuk merebut Ibu Kota Tripoli dan mengalahkan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB yang dipimpin oleh Fayez Sarraj.

Sementara LNA dan pemerintah Libya timur didukung oleh Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Prancis dan Rusia, GNA berbasis Tripoli didukung oleh Italia, Turki dan Qatar.

Sumber-sumber menunjukkan bahwa keterlibatan Israel terjadi ketika pasukan Haftar bergerak maju ke pinggiran Tripoli, dan memerlukan perubahan taktik untuk memimpin kampanye perang jalanan.

"Militer Israel dan persenjataan intelijennya sangat terspesialisasi dalam perang jalanan, setelah melakukan banyak pertempuran di kamp-kamp pengungsi Palestina yang berpenduduk padat, tempat banyak gerakan gerilya muncul," bunyi laporan tersebut.

Sumber tadi menambahkan bahwa pertemuan antara Haftar dan pejabat Israel adalah yang pertama dari jenisnya yang akan diadakan di wilayah Libya.

Haftar diketahui telah diam-diam bertemu dengan pemerintah Israel dan agen intelijennya Mossad dalam pertemuan yang dimediasi oleh UEA. Satu pertemuan seperti itu di musim panas 2018 menyebabkan Israel setuju untuk memasok senjata, termasuk senapan sniper dan peralatan penglihatan malam, ke LNA milik Haftar.

Laporan-laporan pertemuan terakhir ini datang setelah sumber-sumber diplomatik Mesir mengungkapkan bahwa Abdullah al-Thani, kepala pemerintah yang berafiliasi dengan Haftar di timur Libya mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir di Kairo pada Selasa.

Al-Thani dilaporkan bertemu dengan kepala Badan Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel, dan Menteri Luar Negeri Sameh Shukri, membahas bagaimana melawan perjanjian keamanan dan ekonomi terbaru pemerintah Sarraj dengan Turki, yang telah ditentang keras oleh Mesir.

Langkah ini dilakukan di tengah laporan bahwa Mesir, UEA dan Arab Saudi meluncurkan upaya untuk menghidupkan kembali momentum LNA dengan menarik pengakuan dari Dunia Arab, Afrika, dan Dunia Islam terhadap Dewan Presiden yang didukung PBB dan yang dipimpin oleh GNA di Libya, alih-alih mengakui Haftar dan parlemen Tobruknya sebagai pemerintah yang sah.

Libya saat ini berada di bawah embargo senjata PBB, yang tampaknya tidak digubris karena Haftar dan pemerintah yang diakui secara internasional terus menerima pasokan senjata.

Haftar dan pasukan sekutunya berbasis di Libya timur dan telah melakukan kampanye untuk mengambil Ibu Kota Tripoli dari GNA sejak April tahun ini.

Menurut PBB konflik lanjutan ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 1.000 orang, melukai hampir 6.000 dan memaksa 120.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Bukti keterlibatan Haftar dalam kejahatan perang semakin meningkat. Amnesty International telah melaporkan bahwa pasukan jahat telah terlibat dalam serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, seperti daerah pemukiman dan fasilitas medis.
(ian)
Berita Terkait
Bertemu Menlu Israel...
Bertemu Menlu Israel di Italia, Menlu Libya Dipecat
Hubungan dengan Israel...
Hubungan dengan Israel Makin Mesra, Rakyat Libya Marah Besar
Pejabat Intelijen Israel...
Pejabat Intelijen Israel Dilaporkan Bertemu dengan Putra Khalifa Haftar
Libya Perintahkan Dubesnya...
Libya Perintahkan Dubesnya Keluar dari Negara-negara Ini karena Dukung Israel
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Pompeo Bahas Konflik...
Pompeo Bahas Konflik Libya dan Pengaruh Iran dengan Menlu UEA
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved