Terungkap, Sistem Pertahanan Rusia Tembak Jatuh Drone AS di Libya

Sabtu, 07 Desember 2019 - 15:06 WIB
Terungkap, Sistem Pertahanan...
Terungkap, Sistem Pertahanan Rusia Tembak Jatuh Drone AS di Libya
A A A
WASHINGTON - Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan telah menembak jatuh pesawat nirawak atau drone militer Amerika Serikat (AS) di Libya pada November lalu. Komando Afrika AS pada hari Sabtu (7/12/2019) membenarkan laporan tersebut.

Militer Amerika belum bisa memastikan apakah sistem pertahanan itu dioperasikan oleh kontraktor Rusia atau oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar.

Menurut Komando Afrika AS, pesawat nirawak Amerika ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia di dekat Tripoli. Komando tersebut menuntut dikembalikannya puing-puing drone yang hancur.

"Para operator sistem pertahanan udara tidak tahu itu adalah pesawat terbang yang diujicobakan AS dari jauh ketika mereka menembakinya," kata komandan Komando Afrika AS, Jenderal Stephen Townsend kepada Reuters.

"Tetapi mereka tentu tahu siapa pemiliknya sekarang dan mereka menolak untuk mengembalikannya. Mereka mengatakan mereka tidak tahu di mana tetapi saya tidak akan membelinya," ujarnya.

Menurut juru bicara Komando Afrika AS, Kolonel Christopher Karns, pesawat tak berawak itu dilaporkan hilang pada 21 November. Dia menambahkan, bahwa sistem pertahanan udara diduga telah menjatuhkan drone tersebut.

Pada saat yang sama, seorang pejabat dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA)—pemerintah berkuasa Libya yang diakui PBB dan musuh LNA—mengatakan kepada Reuters bahwa kontraktor pertahanan PMC Rusia bertanggung jawab atas insiden itu.

Baik Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Luar Negeri Rusia belum mengomentari tuduhan tersebut.

Libya telah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, ketika pemimpin lamanya, Muammar Gaddafi, digulingkan dan dibunuh oleh gerilyawan di tengah serangan NATO terhadap negara itu.

Selama beberapa tahun terakhir, Libya telah terpecah antara dua pemerintah yang bermusuhan, yakni LNA yang berkuasa di wilayah timur dan pemerintahan GNA yang berkuasa di wilayah barat termasuk Tripoli.

Kedua kubu berusaha untuk menyetujui pemilu nasional, tetapi gagal. Sejak awal April, LNA telah terlibat dalam serangan ofensif untuk mendapatkan kontrol atas Tripoli. Namun, GNA memberikan perlawanan sengit.
(mas)
Berita Terkait
AS Bikin Kendaraan Militer...
AS Bikin Kendaraan Militer Loitering Munitions, Rudal yang Beroperasi Seperti Drone
Pakar: Turki Bisa Kerahkan...
Pakar: Turki Bisa Kerahkan Sistem Rudal S-400 Rusia di Libya
AS: Rusia Kerahkan Jet-jet...
AS: Rusia Kerahkan Jet-jet Tempur yang Disamarkan ke Libya
Rusia Bantah Tuduhan...
Rusia Bantah Tuduhan Jenderal AS soal Kerahkan Jet Tempur ke Libya
Pangkalan Militer AS...
Pangkalan Militer AS di Suriah Dihantam Rudal
Rusia Diduga Kerahkan...
Rusia Diduga Kerahkan Sistem Rudal S-400 ke Libya
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved