Pangkalan Militer AS di Suriah Dihantam Rudal

Kamis, 21 Oktober 2021 - 05:07 WIB
loading...
Pangkalan Militer AS...
Pangkalan militer AS di Suriah dihantam rudal. Foto/Ilustrasi
A A A
DAMASKUS - Pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Al-Tanf, provinsi Homs selatan Suriah , dilaporkan diserang oleh rudal atau drone . Tidak ada korban dalam serangan tersebut dan Komando Pusat AS menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan tersebut.

Laporan serangan muncul secara online sekitar pukul 10 malam waktu setempat pada hari Rabu. Awalnya laporan menyebutkan "drone bunuh diri" dan beberapa pesawat. Seorang pejabat militer CENTCOM kemudian mengatakan kepada Sky News Arabia bahwa pangkalan itu menjadi sasaran serangan rudal dan tidak ada korban jiwa.

“Penilaian awal mencurigai (pelaku serangan) milisi yang didukung Iran, tetapi penyelidikan sedang berlangsung," pejabat itu menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (21/10/2021).



Laporan lain mengklaim beberapa drone menargetkan pangkalan, dari arah perbatasan Irak-Suriah. Ada juga laporan tentang pesawat tempur yang menyerang sasaran di gurun sekitarnya, tetapi itu tampaknya adalah jet tempur AS yang melakukan serangan mendadak sebagai pembalasan.

Laporan lain yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa milisi menghubungi Koalisi pimpinan AS melawan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) dan memperingatkan serangan yang akan datang, mendorong evakuasi pangkalan.

Pangkalan militer AS di Al-Tanf didirikan pada tahun 2016, untuk melatih pemberontak moderat melawan pemerintah di Damaskus. Sekitar 200 tentara AS dilaporkan dikerahkan di sana, untuk mendukung kelompok militan Tentara Komando Revolusi (Maghawir al-Thawra).

Kamp pengungsi Rukban juga terletak di daerah yang berbatasan dengan Irak dan Yordania. Suriah telah mengutuk semua kehadiran pasukan AS di wilayahnya sebagai tindakan agresi ilegal.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Apa itu Tarif Resiprokal...
Apa itu Tarif Resiprokal yang Dikenakan Donald Trump, Balas Dendam?
Rekomendasi
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
Pangeran Harry Menyesal...
Pangeran Harry Menyesal Meninggalkan Keluarga Kerajaan demi Meghan Markle
Bunda Corla Sebut Ruben...
Bunda Corla Sebut Ruben Onsu seperti Bayi Baru Lahir setelah Mualaf: Suci Tanpa Dosa
Berita Terkini
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
16 menit yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
2 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
4 jam yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved