Diperkosa Driver Lyft, 20 Wanita Ajukan Gugatan di Pengadilan

Kamis, 05 Desember 2019 - 13:28 WIB
Diperkosa Driver Lyft,...
Diperkosa Driver Lyft, 20 Wanita Ajukan Gugatan di Pengadilan
A A A
SAN FRANCISCO - Sebanyak 20 wanita di Amerika Serikat (AS) mengaku telah diperkosa atau pun dilecehkan secara seksual oleh driver Lyft. Mereka mengajukan gugatan terhadap perusahaan layanan ridesharing itu di pengadilan.

Gugatan diajukan di Pengadilan Tinggi San Francisco hari Rabu waktu setempat. "Lyft gagal untuk mengadopsi dan menerapkan prosedur pemantauan pengemudi yang wajar yang dirancang untuk melindungi keselamatan penumpangnya," bunyi tuduhan dari para korban terhadap perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut dalam dokumen gugatan.

"Manajemen perusahaan telah gagal menerapkan prosedur yang paling mendasar dan belum sempurna untuk penyelidikan yang layak atas serangan seksual yang dilaporkan di kendaraan mereka," lanjut dokumen gugatan.

Pihak pengacara para korban menganggap perusahaan itu tuli dalam menyikapi keluhan serius dari para penumpang.

"Lyft memiliki epidemi serangan seksual yang terjadi di kendaraannya, dan mereka belum melakukan apa pun untuk memperbaikinya," kata Mike Bomberger dari firma hukum Etsey & Bomberger yang mewakili para penggugat dalam kasus ini. "Para eksekutif Lyft sangat tuli terhadap masalah ini dan kebutuhan untuk benar-benar mengatasinya."

Dalam gugatannya, para korban meminta ganti rugi dalam jumlah yang tidak ditentukan untuk memperhitungkan hal-hal seperti biaya medis penggugat, kerusakan umum, tekanan emosional masa lalu dan masa depan serta ganti rugi gugatan hukum terhadap Lyft.

Pada konferensi pers di San Francisco untuk mengumumkan gugatan itu, salah satu penggugat, Caroline Miller, dari Cartersville, Georgia, membeberkan serangan seksual yang dia alami. Dia mengaku pernah diserang pengemudi saat naik kendaraan Lyft pada malam hari untuk merayakan ulang tahunnya.

Menurut Miller, pada saat itu dia memutuskan untuk tidur di dalam mobil sekitar pukul 03.00 pagi."Ketika terbangun, pengemudi (Lyft) itu memerkosa saya," katanya.

Bomberger mengatakan, paling tidak, Lyft harus mulai merekam semua wahana secara digital sehingga pengemudi akan tahu bahwa seseorang memperhatikan perilaku mereka.

"Jika pengemudi itu tahu ada kamera pada dirinya, apakah Anda pikir hal-hal seperti ini akan terjadi?," kata Bomberger, seperti dikutip dari Washington Post, Kamis (5/12/2019). "Insiden semacam ini akan berkurang secara eksponensial."

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Lyft menekankan langkah-langkah yang menurut perusahaan telah diambil tahun ini untuk meningkatkan keselamatan pengendara. Juru bicara itu mengatakan bahwa satu dari lima karyawan di perusahaan telah didedikasikan untuk inisiatif yang dirancang untuk memperkuat keselamatan platform, termasuk pemantauan latar belakang kriminal setiap hari dari semua pengemudi.

Pada bulan September, Lyft mengumumkan serangkaian fitur keselamatan baru, termasuk kemampuan bagi pengendara untuk menghubungi layanan darurat 911 langsung dari aplikasi Lyft, dan fitur yang disebut "Smart Trip Check-In" yang memungkinkan pengendara dan pengemudi untuk menghubungi tim dukungan jika dalam perjalanan mengalami keterlambatan yang tidak dapat dijelaskan atau sedang menempuh rute yang menurut pengendara atau pengemudi berbahaya.

Perusahaan juga mengatakan akan bermitra dengan Jaringan Nasional Pemerkosaan, Penyalahgunaan dan Incest untuk menawarkan pendidikan dan pelatihan keselamatan bagi semua pengemudi.

"Apa yang wanita-wanita ini gambarkan adalah sesuatu yang tidak boleh ada," kata Lyft melalui juru bicaranya. “Setiap orang berhak atas kemampuan untuk bergerak tentang dunia ini dengan aman, namun wanita masih menghadapi risiko yang tidak proporsional. Kami menyadari risiko ini, itulah sebabnya kami tak kenal lelah dalam pekerjaan kami untuk membangun keselamatan dalam setiap aspek pekerjaan kami," ujar perusahaan tersebut.

Tapi Miller meragukan klaim Lyft. "Saya harus mengingatkan mereka (Lyft) sendiri (tentang tuduhan) dua hari kemudian," kata Miller. “Mereka tidak tahu. Itu konyol."

Etsey & Bomberger bukan sekali ini mewakili para korban menggugat perusahaan layanan transportasi tersebut. Pada bulan September, kantor firma hukum itu juga mewakili 14 wanita yang mengaku diperkosa atau dilecehkan secara seksual oleh pengemudi Lyft.
(mas)
Berita Terkait
Letourneau, Wanita AS...
Letourneau, Wanita AS yang Perkosa Siswa lalu Menikahi Kini Meninggal
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pemerkosaan Tertinggi, Nomor 9 Warganya Paling Bahagia Sedunia
Bintang Syur Ron Jeremy...
Bintang Syur Ron Jeremy Kena Tambahan 20 Dakwaan Serangan Seks, Korban 17 Wanita
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Jutawan Kanada Dituduh...
Jutawan Kanada Dituduh Sewa Perempuan PSK untuk Memerkosa 2 Putranya
Bintangi 2.000 Film,...
Bintangi 2.000 Film, Bintang Porno AS Dituduh Memerkosa 3 Perempuan
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
3 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
4 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved