Korban Terus Berjatuhan, PM Irak Abdul Mahdi Pilih Mundur

Senin, 02 Desember 2019 - 08:49 WIB
Korban Terus Berjatuhan,...
Korban Terus Berjatuhan, PM Irak Abdul Mahdi Pilih Mundur
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak Abdul Mahdi memilih mengajukan pengunduran diri ke parlemen menyusul terus berlanjutnya aksi demonstrasi anti-pemerintah di Baghdad di Irak Selatan. Sebelumnya, dia telah mengumumkan akan mengundurkan diri dan menggelar rapat kabinet darurat yang menyetujui pengunduran diri Mahdi tersebut.

Parlemen Irak kemarin bertemu untuk menentukan nasib pengunduran diri Mahdi. “Pemerintah telah melakukan semua tuntutan demonstran dan memberlakukan reformasi. Kita menyerukan parlemen untuk menyelesaikan solusi,” demikian keterangan Pemerintah Irak dilansir Reuters.

Dengan pengunduran diri, maka kabinet akan berstatus sementara dan tidak diperbolehkan menghasilkan undang-undang baru atau membuat keputusan penting. “Ini menjadi hal positif. Itu menunjukkan tidak ada kediktatoran. Ketika pemerintah bubar, bagaimana proses transisi berjalan di Irak seperti negara demokratis lainnya,” katanya.

Pengunduran diri Irak itu setelah pemimpin Syiah tertinggi di Irak, Moqtada al-Sadr menarik dukungan terhadap pemerintah. Selama ini Sadr dikenal sebagai pendukung utama demonstran. “Kandidat PM mendatang seharusnya dipilih melalui referendum populer dan dipilih di antara lima kandidat yang diusulkan,” kata Sadr.

Namun demikian, pengunduran diri PM Mahdi tidak diterima para demonstran. Mereka menuntut reformasi sistem politik yang dinilai korup. Mereka juga menuntut pergantian para pejabat tinggi yang tidak peduli dengan rakyat Irak. Sebagian besar para demonstran merupakan warga Syiah yang mengeluhkan korupsi, buruknya layanan pemerintah, tidak ada pekerjaan, dan menyerukan reformasi politik.

Mereka kecewa terhadap pemerintahan Syiah yang didukung Iran. Mereka menuding kekayaan minyak Irak hanya dikorupsi karena kehidupan tidak terjamin dan infrastruktur tidak dibangun. Kemarahan warga juga kerap dialamatkan pada otoritas keagamaan yang dipandang hanya kepanjangan tangan dari kekuasaan.

Sejak kerusuhan anti-pemerintah yang pecah pada 1 Oktober, lebih dari 400 orang ditembak mati oleh pasukan bersenjata Irak. Pada Sabtu (30/11), tiga orang demonstran tewas dan 58 warga lainnya terluka saat berdemonstrasi. Demonstrasi juga berlanjut di Nassiriya. Kemudian demonstran juga mengepung sebuah kantor polisi di Baghdad.

Banyaknya jumlah korban tewas karena aparat keamanan menggunakan peluru tajam, gas air mata, dan granat untuk melawan demonstran dalam dua bulan terakhir. Tidak ada prosedur untuk membubarkan massa dengan menggunakan peluru karet atau pun negosiasi. Komisi Hak Asasi Manusia, lembaga semi-resmi di Irak, menuntut pelaku yang bertanggung jawab atas penembakan harus diadili.

Mereka juga akan membantu pihak terkait untuk menuntut para petugas keamanan yang melakukan penembakan. Sedangkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerukan penghentian kekerasan agar jumlah korban tewas tidak bertambah. “Senjata api dan peluru tajam hanya digunakan pada upaya terakhir,” demikian keterangan ICRC.
(don)
Berita Terkait
Analis: Baghdad Harus...
Analis: Baghdad Harus Hukum Milisi Iran karena Bunuh Warga Irak
Benarkah Iran dan Irak...
Benarkah Iran dan Irak Bermusuhan? Ini Faktanya
Komandan Iran Desak...
Komandan Iran Desak Milisi Irak Tingkatkan Serangan pada Pasukan AS
Ini Bukti Pengaruh Iran...
Ini Bukti Pengaruh Iran di Irak Masih Kuat
AS Ungkap 80 Lokasi...
AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak
Bertikai Soal Keterlibatan...
Bertikai Soal Keterlibatan Militer di Irak, Turki Panggil Dubes Iran
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
10 menit yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
1 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
2 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
7 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved